Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Harga Perak Stabil di Tengah Tekanan Ganda dari The Fed dan Trump

06:10 07 July in Gold
0 Comments
0

Harga perak (XAG/USD) saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli tiga hari berturut-turut. Pada sesi Asia, logam mulia ini diperdagangkan di sekitar $36,70 per troy ounce, masih berada di bawah level psikologis penting $37,00. Meskipun ketegangan geopolitik global mendorong permintaan terhadap aset safe haven, tekanan dari penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed) membatasi kenaikan harga perak.

Ketegangan Geopolitik dan Permintaan Safe Haven

Konflik yang terus berlanjut di Gaza serta meningkatnya ketegangan antara negara-negara Barat dan blok BRICS menjadi pendorong utama permintaan terhadap aset lindung nilai seperti perak. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap negara-negara pro-BRICS, yang menambah ketidakpastian di pasar global.

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mencari perlindungan pada aset yang dianggap aman, termasuk logam mulia. Namun, meskipun permintaan safe haven meningkat, harga perak belum mampu menembus resistensi kuat di atas $37,00.

Dolar AS dan Suku Bunga: Penekan Harga Perak

Salah satu faktor utama yang menahan laju kenaikan harga perak adalah penguatan dolar AS. Dolar yang lebih kuat membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan global.

Selain itu, data tenaga kerja AS yang solid dan pernyataan hawkish dari beberapa pejabat The Fed telah meredam harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar sebelumnya memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga pada bulan Juli, namun kini ekspektasi tersebut mulai memudar.

Imbal hasil obligasi AS yang meningkat sebagai respons terhadap ekspektasi suku bunga tinggi juga turut menekan harga perak. Karena perak tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), maka dalam lingkungan suku bunga tinggi, daya tariknya cenderung menurun.

Ketidakpastian Tarif Trump dan Dampaknya ke Pasar

Pernyataan terbaru dari Donald Trump mengenai kemungkinan penerapan tarif tambahan terhadap negara-negara pro-BRICS menambah lapisan ketidakpastian baru di pasar. Investor kini menantikan isi surat tarif yang dijanjikan akan dirilis dalam pekan ini.

Jika tarif benar-benar diberlakukan, maka potensi terjadinya perang dagang baru bisa memicu kekhawatiran pasar dan meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai. Namun, jika pasar menilai bahwa dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global akan signifikan, maka tekanan terhadap aset berisiko bisa meningkat, dan perak bisa kembali menjadi pilihan utama.

Analisis Teknikal: Resistensi dan Dukungan Kunci

Secara teknikal, harga perak menunjukkan pola konsolidasi dengan resistensi kuat di sekitar $37,00. Penolakan berulang di atas level ini menunjukkan bahwa pasar masih belum memiliki cukup momentum untuk menembusnya.

Di sisi bawah, dukungan jangka pendek terlihat di kisaran $36,30 hingga $36,00. Jika harga menembus level ini, maka koreksi lebih dalam bisa terjadi. Namun, selama harga bertahan di atas $36,00, peluang untuk rebound tetap terbuka, terutama jika ada katalis geopolitik atau kebijakan moneter yang mendukung.

Fokus Pasar: Fed, Geopolitik, dan Tarif

Dalam jangka pendek, arah harga perak akan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama:

  1. Kebijakan The Fed – Jika data ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan dan The Fed mempertahankan sikap hawkish, maka tekanan terhadap perak bisa berlanjut.
  2. Dinamika Geopolitik – Ketegangan di Timur Tengah dan hubungan AS dengan negara-negara BRICS akan menjadi faktor penting dalam menentukan permintaan safe haven.
  3. Isi Surat Tarif Trump – Pernyataan resmi mengenai tarif tambahan bisa menjadi pemicu volatilitas baru di pasar logam mulia.

Kesimpulan: Perak di Persimpangan Jalan

Harga perak saat ini berada di persimpangan jalan antara kekuatan fundamental dan teknikal. Di satu sisi, ketegangan geopolitik dan potensi perang dagang mendukung permintaan terhadap aset lindung nilai. Di sisi lain, penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga tinggi menekan harga.

Investor dan trader disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan The Fed, dinamika geopolitik, serta pernyataan resmi dari pemerintahan Trump dalam beberapa hari ke depan. Arah harga perak selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana ketiga faktor ini berkembang.

Source: FXStreet, ewfpro

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment