PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Minyak Naik Saat Pedagang Fokus pada Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok Setelah
Kesepakatan Inggris
Latar Belakang Kenaikan Harga Minyak
Harga minyak mengalami kenaikan pada hari Senin, 23 Desember 2024, bersama dengan aset berisiko lainnya. Kenaikan ini terjadi setelah data dari Amerika Serikat menunjukkan penurunan inflasi, yang menghidupkan kembali harapan pelonggaran kebijakan lebih lanjut tahun depan. Hal ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi global dan permintaan minyak.
Pergerakan Harga Minyak
Minyak mentah Brent berjangka naik 26 sen, atau 0,4%, menjadi $73,20 per barel pada pukul 01.41 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 31 sen, atau 0,5%, menjadi $69,77 per barel. Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menyatakan bahwa aset berisiko, termasuk ekuitas berjangka AS dan minyak mentah, memulai minggu ini dengan pijakan yang lebih kuat. Data inflasi yang lebih dingin membantu meredakan kekhawatiran setelah pemangkasan suku bunga Federal Reserve yang agresif.
Faktor Pendukung Kenaikan Harga
Salah satu faktor yang mendukung kenaikan harga minyak adalah Senat AS yang meloloskan undang-undang untuk mengakhiri penutupan singkat selama akhir pekan. Selain itu, riset dari perusahaan penyulingan minyak terkemuka Asia, Sinopec, menunjukkan bahwa konsumsi minyak Tiongkok diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2027. Hal ini memberikan dampak positif pada harga minyak.
Kekhawatiran Pasokan Eropa
Kekhawatiran tentang pasokan minyak di Eropa mereda setelah laporan bahwa jaringan pipa Druzhba, yang mengirimkan minyak Rusia dan Kazakhstan ke Hongaria, Slowakia, Republik Ceko, dan Jerman, telah kembali beroperasi setelah terhenti karena masalah teknis di stasiun pompa Rusia. Pengiriman dilanjutkan pada hari Sabtu, menurut kantor berita negara Belarusia, BelTa. Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto, juga mengonfirmasi bahwa pasokan Druzhba ke negaranya telah dimulai kembali.
Dampak Kebijakan AS
Kebijakan AS yang mendukung pertumbuhan ekonomi global juga berperan penting dalam kenaikan harga minyak. Data inflasi yang menurun memberikan harapan bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut, yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan minyak. Selain itu, undang-undang yang diloloskan oleh Senat AS untuk mengakhiri penutupan singkat juga memberikan dorongan positif bagi pasar minyak.
Sumber: Bloomberg, ewfpro
No Comments