PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Minyak Memperpanjang Kenaikan Karena AS Pangkas Prakiraan Kelebihan Pasokan
Harga minyak terus mengalami kenaikan setelah Amerika Serikat memangkas prakiraannya untuk kelebihan pasokan global. Langkah ini mengikuti tindakan serupa oleh pengamat pasar lainnya, termasuk Badan Energi Internasional (IEA).
Kenaikan Harga Minyak
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik mendekati $67 per barel setelah mengalami kenaikan moderat pada hari Selasa. Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di bawah $70 per barel. Kenaikan harga ini mencerminkan optimisme pasar terhadap pengurangan surplus pasokan global.
Prediksi Surplus Global yang Dikurangi
Badan Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat memangkas prediksinya untuk surplus global tahun ini. Selain itu, EIA juga mengurangi setengah prospeknya untuk kelebihan pasokan pada tahun 2026. Pengurangan ini didasarkan pada prospek berkurangnya aliran minyak dari Iran dan Venezuela, dua negara yang selama ini menjadi pemasok utama minyak dunia.
Laporan American Petroleum Institute
Di sisi lain, American Petroleum Institute (API) yang didanai industri melaporkan bahwa persediaan komersial nasional AS naik 4,2 juta barel minggu lalu. Namun, penarikan besar terlihat di pusat penyimpanan minyak di Cushing, Oklahoma. Jika dikonfirmasi oleh data resmi pada hari Rabu, ini akan menjadi pengurangan pertama di titik pengiriman untuk WTI dalam lima minggu terakhir.
Pemulihan Harga Minyak
Minyak mentah pulih dari kerugian awal pada hari Selasa, meskipun ada ancaman serangan dagang baru dari Presiden AS Donald Trump. Serangan dagang ini berpotensi memperpanjang penurunan aset berisiko, namun pasar minyak menunjukkan ketahanan dengan pemulihan harga yang signifikan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Minyak
Harga minyak berjangka mengalami penurunan dari level tertinggi pada pertengahan Januari. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penerapan tarif yang kacau, rencana OPEC+ untuk menambah pasokan, dan melemahnya permintaan di Tiongkok. Meskipun demikian, langkah-langkah pengurangan surplus pasokan oleh AS dan pengamat pasar lainnya memberikan harapan bagi stabilitas harga minyak di masa mendatang.
Sumber: Bloomberg, ewfpro
No Comments