PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Penurunan Dolar Australia di Tengah Sentimen Pasar yang Buruk
Pada hari Senin, 18 November 2024, Dolar Australia (AUD) mengalami tekanan terhadap Dolar AS (USD). Penurunan pasangan AUD/USD ini terjadi meskipun ada komentar agresif dari Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Michele Bullock, yang menekankan bahwa suku bunga saat ini cukup ketat dan tidak akan berubah hingga bank sentral yakin dengan prospek inflasi
Imbal Hasil Obligasi dan Data Ekonomi
Imbal hasil obligasi pemerintah Australia 10 tahun sedikit menurun menjadi sekitar 4,66%, turun dari level tertinggi dalam satu tahun. Data terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Oktober, sementara tingkat pengangguran tetap stabil, yang menyoroti ketahanan pasar tenaga kerja
Fokus Pasar pada Risalah Rapat RBA
Fokus pasar sekarang beralih ke rilis risalah rapat RBA terbaru pada hari Selasa, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang sikap kebijakan bank sentral. Risiko penurunan untuk pasangan AUD/USD didukung oleh Dolar AS yang solid, didorong oleh pernyataan agresif baru-baru ini dari pejabat Federal Reserve (Fed) dan data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan
Pernyataan Ketua Fed Jerome Powell
Ketua Fed Jerome Powell meremehkan kemungkinan pemangkasan suku bunga yang akan segera terjadi, dengan menyoroti ketahanan ekonomi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan tekanan inflasi yang terus-menerus. Powell mengatakan, “Perekonomian tidak mengirimkan sinyal apa pun bahwa kita perlu terburu-buru menurunkan suku bunga.
Sumber: Fxstreet, ewfpro
No Comments