Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Yen Melonjak ke Titik Tertinggi dalam 2,5 Bulan pada Hari Jumat

02:09 21 February in Commodity
0 Comments
0

Pada hari Jumat, yen Jepang mencapai level tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir, dipicu oleh lonjakan inflasi domestik. Sementara itu, dolar AS bersiap untuk penurunan mingguan ketiga berturut-turut karena para pedagang memperkirakan dimulainya masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.

Lonjakan Inflasi Jepang dan Pengaruhnya terhadap Yen

Inflasi grosir Jepang meningkat pada bulan Oktober, dengan Indeks Harga Barang Perusahaan (CGPI) naik 3,4% dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui perkiraan pasar sebesar 3,0%. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh pelemahan yen yang mendorong biaya impor. Data ini menambah tekanan pada Bank of Japan (BoJ) dalam menentukan waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga.

Selain itu, inflasi di Tokyo, yang sering dianggap sebagai indikator awal tren harga nasional, meningkat menjadi 3,4% pada Desember 2024, naik dari 3,1% pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandai level tertinggi sejak April 2023 dan menunjukkan tekanan inflasi yang terus berlanjut di ibu kota Jepang.

Dampak Terhadap Pasar Saham Jepang

Penguatan yen sering kali berdampak negatif pada eksportir Jepang karena membuat produk mereka lebih mahal di pasar internasional. Hal ini tercermin dalam pergerakan indeks saham Jepang. Misalnya, pada Agustus 2024, saham Jepang turun, menghentikan reli selama dua hari, karena penguatan yen dan penurunan cepat saham AS yang meredam permintaan untuk aset berisiko. Indeks Nikkei 225 turun 1,4% pada pukul 9:01 pagi di Tokyo, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,3%.

Kebijakan Moneter Bank of Japan dan Nilai Tukar Yen

Bank of Japan telah lama menerapkan kebijakan moneter yang sangat longgar, terutama antara tahun 2013 dan 2024, yang menyebabkan depresiasi yen terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kebijakan antara BoJ dan bank sentral utama lainnya. Namun, baru-baru ini, pelonggaran kebijakan yang sangat longgar ini secara bertahap telah memberikan sedikit dukungan bagi yen.

Prospek Dolar AS dan Masa Jabatan Kedua Presiden Trump

Sementara yen menguat, dolar AS bersiap untuk penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Para pedagang memperkirakan dimulainya masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, yang dapat membawa perubahan dalam kebijakan ekonomi dan perdagangan AS. Ketidakpastian ini telah mempengaruhi sentimen pasar dan nilai tukar dolar.

Kesimpulan

Penguatan yen Jepang ke level tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir mencerminkan dinamika ekonomi domestik, terutama lonjakan inflasi, serta perbedaan kebijakan moneter antara Jepang dan negara lain. Sementara itu, dolar AS menghadapi tekanan karena ketidakpastian politik domestik. Perkembangan ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar valuta asing terhadap perubahan ekonomi dan politik, baik di dalam negeri maupun internasional.

Sumber: Investing.com, ewfpro

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment