PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Dolar Menguat Jelang Keputusan Bank Sentral Global, DXY Kembali Sentuh Level 102
Jakarta – Dolar AS kembali menunjukkan penguatan menjelang pekan yang dipenuhi keputusan penting dari sejumlah bank sentral dunia. Indeks dolar AS (DXY) tercatat naik 0,31% ke level 102 pada perdagangan Senin (26/10), didorong oleh ketahanan ekonomi Amerika Serikat yang masih relatif solid di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Kenaikan greenback terjadi setelah pasar sempat menghadapi tekanan akibat aksi jual saham teknologi global. Meski sentimen risiko sempat membebani dolar, investor tetap melihat mata uang AS sebagai aset yang didukung fundamental ekonomi kuat sehingga mampu mempertahankan daya tariknya di pasar valuta asing. [newsmaker.id]
Sementara itu, euro kembali tertekan terhadap dolar. Pasangan EUR/USD turun 0,21% ke level US$1,1179 seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kawasan euro dan kondisi fiskal Prancis. Walaupun lembaga pemeringkat Moody’s mempertahankan peringkat kredit Prancis, risiko ekonomi di kawasan tersebut masih membayangi pergerakan mata uang tunggal Eropa. [newsmaker.id]
Faktor energi juga menjadi tantangan tambahan bagi euro. Harga minyak Brent memang turun 0,78% ke US$115,81 per barel, namun masih berada di dekat level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Tingginya harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sekaligus membebani aktivitas ekonomi kawasan euro yang sangat bergantung pada impor energi. [newsmaker.id]
Di sisi lain, dolar belum sepenuhnya bebas dari risiko. Gejolak di pasar saham teknologi sebelumnya sempat mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, yang turut memberikan tekanan terhadap mata uang AS. Namun, kekuatan data ekonomi Amerika masih menjadi penopang utama yang membuat dolar tetap unggul dibandingkan sejumlah mata uang utama lainnya. [newsmaker.id]
Fokus pasar kini tertuju pada rangkaian keputusan kebijakan moneter yang akan diumumkan pekan ini. Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of Japan (BOJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya. Sementara itu, bank sentral Kanada dan Selandia Baru diproyeksikan mengambil langkah kenaikan suku bunga. Perbedaan arah kebijakan tersebut berpotensi memicu volatilitas yang cukup besar di pasar valuta asing global. [newsmaker.id]
Prospek Dolar
Menurut analisis Newsmaker, dolar masih memiliki keunggulan berkat ketahanan ekonomi AS serta ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan yang relatif ketat. Jika data ekonomi Amerika terus menunjukkan kekuatan dan bank sentral AS tetap bernada hawkish, DXY berpeluang melanjutkan kenaikan dan bertahan di atas level 102. [newsmaker.id]
Namun demikian, potensi penguatan dolar bisa terbatas apabila The Fed memberikan sinyal yang lebih dovish dari perkiraan pasar. Kondisi tersebut dapat membuka peluang pemulihan bagi euro serta mata uang utama lainnya yang selama ini berada di bawah tekanan dolar AS. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id [newsmaker.id]
No Comments