PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta – Yen Menguat Jelang Keputusan The Fed dan BoJ, USD/JPY Tertekan di Bawah 157
Jakarta – Yen Jepang kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (26/10/2026) di tengah meningkatnya antisipasi pasar terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BoJ). Pasangan mata uang USD/JPY kesulitan mempertahankan kenaikan pada awal sesi perdagangan Asia dan kembali bergerak di bawah level psikologis 157,00. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Kinerja yen mendapat dorongan dari meningkatnya ekspektasi bahwa BoJ akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya. Gubernur Kazuo Ueda sebelumnya menyampaikan pandangan yang cenderung hawkish dengan menilai tekanan inflasi inti Jepang semakin mendekati target 2%. Kondisi ini memperkuat keyakinan investor bahwa bank sentral Jepang memiliki ruang untuk melanjutkan pengetatan kebijakan dalam waktu mendatang. [newsmaker.id]
Apabila prospek kenaikan suku bunga BoJ semakin menguat, selisih imbal hasil antara aset Jepang dan Amerika Serikat berpotensi menyempit. Situasi tersebut dinilai dapat memberikan dukungan tambahan bagi mata uang yen sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pasangan USD/JPY. [newsmaker.id]
Di sisi lain, dolar AS masih berada dalam tekanan setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS terkoreksi dari puncak tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal bahwa belum ada kebutuhan mendesak untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan ini. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di kisaran 80%, sehingga ruang pelemahan dolar diperkirakan tetap terbatas. [newsmaker.id]
Investor kini menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) serta pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat. [newsmaker.id]
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan belum akan mengambil langkah militer terhadap Iran dalam waktu dekat. Namun, ketegangan kawasan masih berlangsung setelah kelompok Houthi di Yaman kembali melontarkan ancaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, sementara negosiasi antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan signifikan. [newsmaker.id]
Kondisi tersebut menjaga permintaan terhadap aset safe haven seperti yen Jepang dan dolar AS. Akibatnya, pergerakan USD/JPY diperkirakan tetap volatil menjelang sederet agenda ekonomi penting pekan ini. [newsmaker.id]
Pasar saat ini fokus pada keputusan suku bunga The Fed pada Rabu, data pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga dan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis, serta keputusan kebijakan BoJ pada Jumat. Kombinasi data dan kebijakan tersebut berpotensi menjadi penentu arah pergerakan USD/JPY dalam jangka pendek. [newsmaker.id]
Jika The Fed mengadopsi sikap yang lebih dovish sementara BoJ semakin hawkish, yen berpeluang melanjutkan penguatannya dan mendorong USD/JPY turun menuju area 156,00. Sebaliknya, jika bank sentral AS memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, dolar AS berpotensi kembali memperoleh dukungan dan membatasi penguatan yen. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id
No Comments