Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Nikkei Anjlok, Saham AI Jadi Beban Utama Bursa Jepang

08:55 23 October in Business
0 Comments
0

Bursa saham Jepang kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Indeks Nikkei 225 tercatat merosot sekitar 1,6% ke level 61.900, sekaligus menyentuh titik terendah dalam hampir tiga bulan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah gelombang aksi jual saham teknologi di Wall Street memicu kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi sektor kecerdasan buatan (AI). [newsmaker.id]

Sentimen negatif terutama menghantam saham-saham teknologi yang selama ini menjadi motor kenaikan pasar. Investor mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko di tengah kekhawatiran bahwa ekspektasi pertumbuhan industri AI telah terlalu tinggi dan berpotensi memicu koreksi yang lebih dalam. [newsmaker.id]

Tekanan terbesar datang dari kelompok saham semikonduktor dan teknologi. Kioxia tercatat anjlok 7,6%, sementara SoftBank Group kehilangan 7,5%. Di sisi lain, Fujikura turun 6,8%, Tokyo Electron melemah 6%, dan Advantest terkoreksi 4,2%. Penurunan serentak pada emiten teknologi tersebut menjadi faktor utama yang menyeret Nikkei ke zona merah. [newsmaker.id]

Selain kekhawatiran terkait sektor AI, pasar juga dibayangi meningkatnya risiko geopolitik. Laporan mengenai potensi rencana serangan baru terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel setelah pemilu paruh waktu AS pada November mendatang memicu kekhawatiran investor terhadap kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong aliran dana ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk obligasi pemerintah dan yen Jepang. [newsmaker.id]

Tekanan jual tidak hanya terjadi pada sektor teknologi, tetapi juga merambah sektor keuangan dan industri. Meskipun demikian, beberapa saham sektor konsumsi masih menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik di tengah gejolak pasar. Secara mingguan, Nikkei telah kehilangan lebih dari 5%, mencerminkan memburuknya sentimen investor terhadap prospek pasar saham Jepang. [newsmaker.id]

Pelaku pasar kini mencermati sejumlah faktor yang berpotensi menentukan arah Nikkei selanjutnya. Pergerakan Wall Street, perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, serta fluktuasi nilai tukar yen terhadap dolar AS akan menjadi perhatian utama. Penguatan yen dapat mengurangi daya saing eksportir Jepang, sementara berlanjutnya koreksi saham teknologi global berpotensi memperbesar tekanan terhadap indeks. Namun, apabila ketegangan geopolitik mereda dan sektor teknologi kembali stabil, peluang pemulihan Nikkei masih terbuka dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

 

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment