PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Euro Menguat Tipis, Krisis Politik Prancis Masih Membayangi Pergerakan EUR/USD
Jakarta – Mata uang euro mencatat penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/10/2026), meskipun sentimen negatif dari ketidakpastian politik dan memburuknya kondisi fiskal Prancis masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1,1235 pada awal sesi Asia, tetap bertahan di atas level psikologis 1,1200. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Penguatan euro masih tergolong terbatas karena investor terus memantau perkembangan situasi politik di Prancis. Gelombang demonstrasi antipemerintah yang semakin intens, meningkatnya biaya pinjaman negara, serta ketidakpastian terkait pembahasan anggaran pemerintah menjadi faktor yang menekan sentimen terhadap mata uang tunggal Eropa tersebut. [newsmaker.id]
Tekanan terhadap euro semakin meningkat setelah imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun sempat menembus 5% pada perdagangan Rabu. Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam 24 tahun terakhir sebelum kembali bergerak di sekitar 4,99%. Lonjakan imbal hasil mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi keuangan pemerintah Prancis dan prospek fiskal negara tersebut. [newsmaker.id]
Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan mencegah terulangnya kerusuhan dan aksi penjarahan yang sempat terjadi sebelumnya. Namun demikian, kelompok Yellow Vest dilaporkan berencana menggelar demonstrasi besar di Paris pada akhir pekan ini, yang berpotensi memperbesar ketidakpastian politik serta mengganggu stabilitas pasar keuangan Eropa. [newsmaker.id]
Kepala Strategi Makro Global Saxo, John Hardy, menilai pemerintah Prancis perlu mengambil langkah penyesuaian fiskal yang lebih tegas untuk mengendalikan tingkat utang dan memulihkan kepercayaan investor. Menurutnya, keberhasilan reformasi fiskal akan menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas euro dalam jangka menengah. [newsmaker.id]
Di sisi lain, arah pergerakan EUR/USD juga dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar menilai peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan 27-28 Oktober relatif kecil. Sebagian besar investor justru memperkirakan potensi pengetatan kebijakan moneter baru akan terjadi pada Desember mendatang. [newsmaker.id]
Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat memberikan ruang bagi euro untuk tetap stabil. Namun, ketidakpastian politik di Prancis masih menjadi hambatan utama yang membatasi potensi penguatan lebih lanjut mata uang Eropa tersebut. [newsmaker.id]
Fokus pasar berikutnya tertuju pada pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), Fabio Panetta, serta berbagai data ekonomi dan sinyal kebijakan moneter yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Investor berharap petunjuk tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pergerakan euro dan prospek ekonomi kawasan euro pada akhir tahun. [newsmaker.id]
Sementara itu, selama ketidakpastian politik Prancis belum mereda dan pasar masih menunggu keputusan bank sentral utama dunia, EUR/USD diperkirakan akan bergerak dalam rentang terbatas dengan volatilitas yang tetap tinggi. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id
No Comments