Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Bangkit, Pasar Kurangi Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

10:56 19 October in Gold
0 Comments
0

Harga emas kembali menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Senin (19/10), setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memicu perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga dalam pertemuan bank sentral pekan depan semakin kecil, memberikan sentimen positif bagi logam mulia. [newsmaker.id]

Harga emas spot tercatat naik 0,4% ke level US$4.180,97 per troy ounce pada pukul 07.35 waktu Singapura. Kenaikan tersebut terjadi setelah emas mengalami tekanan dan mencatat pelemahan sekitar 0,7% sepanjang pekan sebelumnya. [newsmaker.id]

Pergerakan positif emas didorong oleh penurunan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed. Peluang kenaikan suku bunga kini diperkirakan berada di bawah 20% setelah komentar Warsh yang dianggap membuka kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga pada level saat ini. [newsmaker.id]

Bagi pasar emas, prospek suku bunga yang lebih stabil menjadi faktor pendukung utama. Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik instrumen berbunga seperti obligasi dan deposito, sehingga mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, ketika potensi pengetatan kebijakan moneter berkurang, emas cenderung memperoleh dukungan. [newsmaker.id]

Sebelumnya, data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan sempat memicu spekulasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS sekaligus memberikan tekanan terhadap harga emas. Namun, pernyataan Warsh berhasil meredakan kekhawatiran pasar, sehingga laju penguatan dolar mulai tertahan dan membuka ruang bagi pemulihan emas. [newsmaker.id]

Meski menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, perjalanan emas sepanjang tahun ini masih belum sepenuhnya pulih. Harga logam mulia tersebut memang tetap bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce sejak Agustus, berkat meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Akan tetapi, sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir Februari, harga emas masih tercatat turun sekitar 20%. [newsmaker.id]

Fokus pasar kini tertuju pada hasil rapat kebijakan The Fed pekan depan. Jika bank sentral AS memilih mempertahankan suku bunga dan memberikan sinyal kebijakan yang lebih akomodatif, emas berpotensi melanjutkan penguatannya. Namun, apabila The Fed kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi, tekanan terhadap harga emas dapat kembali meningkat. [newsmaker.id]

Sementara itu, penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lainnya juga bergerak naik, di antaranya perak yang menguat 0,6% menjadi US$57,33 per ounce, serta platinum dan paladium yang turut mencatat kenaikan pada awal perdagangan. [newsmaker.id]

Sumber : Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment