Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Dolar Australia Bangkit, Pasar Kembali Perhitungkan Peluang Kenaikan Suku Bunga RBA

10:55 19 October in Business
0 Comments
0

Dolar Australia (AUD) mengawali pekan dengan penguatan signifikan dan kembali mendekati level US$0,70 terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (19/10/2026). Kebangkitan mata uang Negeri Kanguru ini dipicu meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Reserve Bank of Australia (RBA), setelah pejabat senior bank sentral tersebut memberikan pernyataan yang bernada hawkish. [newsmaker.id]

Sentimen positif muncul setelah Christopher Kent, salah satu pejabat penting di RBA, mempertanyakan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah cukup tinggi untuk mengendalikan inflasi. Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa siklus pengetatan kebijakan moneter Australia mungkin belum berakhir, meskipun RBA telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali sepanjang tahun ini hingga mencapai 4,6%. [newsmaker.id]

Menurut Kent, perubahan pada tingkat suku bunga netral dapat membuat kebijakan moneter saat ini tidak seketat yang diperkirakan sebelumnya. Jika tingkat bunga netral terus meningkat, maka suku bunga 4,6% kemungkinan belum cukup efektif untuk menekan permintaan domestik serta meredam tekanan inflasi yang masih menjadi perhatian utama bank sentral Australia. [newsmaker.id]

Meski demikian, prospek kenaikan suku bunga tambahan tidak sepenuhnya bebas hambatan. Data pasar tenaga kerja Australia menunjukkan tanda pelemahan, dengan tingkat pengangguran September naik menjadi 4,7%, level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Namun Kent menegaskan bahwa pasar tidak seharusnya mengambil kesimpulan terlalu cepat hanya berdasarkan satu laporan bulanan. [newsmaker.id]

Kondisi tersebut menempatkan RBA dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, bank sentral perlu memastikan inflasi kembali menuju target. Di sisi lain, kebijakan yang terlalu agresif berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperburuk kondisi pasar tenaga kerja. [newsmaker.id]

Selain faktor domestik, penguatan AUD juga mendapat dukungan dari melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dalam pertemuan IMF menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin memberikan petunjuk mengenai keputusan suku bunga sebelum rapat resmi bank sentral berlangsung. Sikap tersebut dinilai tidak memberikan sinyal kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat sehingga mengurangi dorongan bagi dolar AS. [newsmaker.id]

Prospek AUD/USD

Ke depan, arah pergerakan AUD/USD akan sangat dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan antara RBA dan The Fed. Jika bank sentral Australia kembali membuka peluang kenaikan suku bunga sementara The Fed memilih mempertahankan kebijakan saat ini, dolar Australia berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji kembali level psikologis US$0,70. [newsmaker.id]

Sebaliknya, jika kondisi pasar tenaga kerja Australia terus melemah atau dolar AS kembali mendapatkan dukungan dari data ekonomi yang kuat, pasangan AUD/USD berisiko kembali berada di bawah tekanan. Pelaku pasar kini fokus menantikan data inflasi dan ketenagakerjaan Australia serta keputusan suku bunga The Fed pada 27-28 Oktober sebagai katalis utama pergerakan pasar selanjutnya. [newsmaker.id]

Sumber : Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment