Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Anjlok 1,8%, Inflasi AS yang Lebih Panas Tekan Harga Logam Mulia

08:22 15 October in Gold
0 Comments
0

Harga emas kembali mengalami tekanan kuat pada perdagangan Rabu (14/10), mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Spot gold turun 1,8% ke level US$4.083,94 per troy ounce, menjadi posisi terendah sejak 7 Oktober. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember ditutup melemah 1,7% ke US$4.107,90 per troy ounce. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap emas muncul setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat naik 0,6% pada September, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih memiliki alasan untuk mempertahankan sikap hawkish dalam upaya mengendalikan inflasi yang tetap berada di atas target. [newsmaker.id]

Pasar keuangan pun segera menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober melonjak menjadi sekitar 42%, dari sebelumnya hanya sekitar 22% sebelum data inflasi dirilis. Sementara peluang kenaikan suku bunga pada Desember meningkat hingga sekitar 93%. [newsmaker.id]

Selain sentimen suku bunga, penguatan dolar AS turut memperburuk tekanan terhadap emas. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,5%, membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Di saat yang sama, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga bergerak naik, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap. [newsmaker.id]

Meski demikian, faktor geopolitik masih berpotensi menjadi penopang harga emas. Kenaikan harga minyak menyusul serangan terhadap kantor pusat perusahaan minyak Arab Saudi dan meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz berpotensi memicu permintaan aset safe haven. Namun, lonjakan harga energi juga dapat meningkatkan risiko inflasi, yang justru memperkuat alasan bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. [newsmaker.id]

Prospek Gold

Menurut analisis Newsmaker, pelemahan emas saat ini lebih banyak dipicu oleh perubahan ekspektasi suku bunga setelah data CPI AS yang lebih panas dari perkiraan. Selama dolar AS dan yield Treasury tetap berada dalam tren penguatan, tekanan terhadap harga emas masih berpotensi berlanjut. [newsmaker.id]

Meski begitu, koreksi tajam yang terjadi dapat membuka peluang rebound apabila pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga atau risiko geopolitik kembali mendorong minat terhadap aset safe haven. Untuk jangka pendek, area US$4.000 per troy ounce menjadi level psikologis penting yang akan menjadi perhatian pelaku pasar setelah harga emas turun di bawah US$4.100. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment