Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Melemah, Risiko Geopolitik Timur Tengah Masih Menjadi Penopang Harga

13:25 13 October in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Selasa (13/10), setelah pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan bertambahnya pasokan bahan bakar global. Meski demikian, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membatasi penurunan harga minyak. [newsmaker.id]

Minyak mentah Brent tercatat berada di level US$105,61 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar US$93,76 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah reli kuat pada sesi sebelumnya yang mendorong Brent mencapai penutupan tertinggi sejak pertengahan September. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap harga muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Rusia telah menyetujui peningkatan pasokan diesel ke pasar global. Pemerintah AS juga dilaporkan memberikan pelonggaran sementara terhadap sanksi bahan bakar Rusia yang sebelumnya diterapkan untuk membatasi pendapatan Moskow di tengah konflik Ukraina. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan pasokan energi global dan meredakan keketatan pasar bahan bakar. [newsmaker.id]

Namun demikian, pelaku pasar masih meragukan efektivitas upaya gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina. Laporan mengenai serangan terhadap fasilitas energi Ukraina setelah pengumuman tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlangsungan kesepakatan dan dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi global. Selain itu, sejumlah anggota parlemen AS turut mempertanyakan kebijakan pelonggaran sanksi yang dinilai berpotensi bertentangan dengan pembatasan impor energi Rusia yang masih berlaku. [newsmaker.id]

Di saat yang sama, risiko geopolitik di Timur Tengah terus memberikan dukungan terhadap harga minyak. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap bandara internasional Riyadh serta laporan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi dari kawasan penghasil minyak utama dunia tersebut. [newsmaker.id]

Ketidakpastian juga tercermin dari meningkatnya biaya logistik energi. OPEC menyoroti lonjakan biaya pengiriman dan asuransi yang disebut telah mencapai lebih dari sepertiga nilai komoditas, sehingga berpotensi menghambat distribusi minyak dan produk energi ke berbagai wilayah. [newsmaker.id]

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPEC, Haitham Al Ghais, mengungkapkan bahwa organisasi tersebut telah memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini menjadi 400.000 barel per hari, jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan awal tahun sebesar 1,4 juta barel per hari. Revisi tersebut mencerminkan melambatnya prospek konsumsi energi global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. [newsmaker.id]

Secara keseluruhan, pasar minyak saat ini berada dalam tarik-menarik antara potensi tambahan pasokan dari Rusia, perlambatan permintaan global, dan tingginya risiko geopolitik di Timur Tengah. Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan terus menjadi penentu arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment