Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Emas Tertekan di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS, Pasar Pantau Langkah The Fed

09:50 28 September in Gold
0 Comments
0

Harga emas melemah pada perdagangan Senin (28/09), turun ke kisaran US$4.253 per troy ounce dan mendekati level terendah dalam tujuh pekan terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi di Amerika Serikat yang dipicu oleh tingginya harga energi serta prospek kebijakan moneter yang tetap ketat. [newsmaker.id]

Sentimen pasar saat ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakjelasan hasil pembicaraan kedua negara membuat risiko terhadap pasokan energi global masih tinggi, sehingga menjaga harga minyak tetap berada di level yang relatif kuat. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali bertahan lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan. [newsmaker.id]

Perhatian investor kembali tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia. Presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak proposal terbaru dari Iran terkait pembukaan kembali jalur perdagangan energi tersebut. Meski demikian, Trump masih membuka peluang berlanjutnya dialog antara kedua negara dalam waktu dekat. [newsmaker.id]

Di sisi lain, Iran masih mempertahankan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pembukaan kembali Selat Hormuz dapat diwujudkan. Situasi ini membuat pasar tetap mencermati potensi gangguan pasokan energi, yang berisiko mempertahankan harga minyak pada level tinggi dan memperkuat tekanan inflasi global. [newsmaker.id]

Bagi pasar emas, meningkatnya risiko inflasi justru menjadi faktor negatif karena memperbesar kemungkinan Federal Reserve mempertahankan sikap hawkish. Sejumlah pejabat The Fed menilai ekonomi AS dan pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketahanan yang kuat, sementara inflasi belum sepenuhnya kembali ke target bank sentral. Kondisi ini membuka peluang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan. [newsmaker.id]

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, ekspektasi pengetatan moneter biasanya turut mendukung penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. [newsmaker.id]

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data penting dari Amerika Serikat, terutama data inflasi pilihan The Fed serta laporan ketenagakerjaan. Kedua indikator tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang. Jika inflasi tetap tinggi dan pasar kerja masih solid, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga yang lebih ketat berpotensi bertahan dan terus membebani pergerakan harga emas. [newsmaker.id]

Dengan kombinasi ketidakpastian geopolitik, tingginya harga energi, dan prospek suku bunga yang masih ketat, pergerakan emas dalam jangka pendek diperkirakan akan tetap menghadapi tekanan. Investor pun akan mencermati setiap perkembangan dari Timur Tengah dan rilis data ekonomi AS sebagai petunjuk arah berikutnya bagi pasar logam mulia. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker.id [newsmaker.id]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment