PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Trump-Xi Redakan Perang Dagang, Pasar Tunggu Langkah Berikutnya
Jakarta, 25 September 2026 – Hubungan Amerika Serikat dan China kembali menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Washington. Meski belum menghasilkan terobosan besar, pertemuan tersebut dinilai berhasil meredakan ketegangan perdagangan yang selama ini membayangi perekonomian global. [newsmaker.id], [kompas.com]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping menegaskan pentingnya menjaga kerja sama antara dua ekonomi terbesar dunia. Ia menyoroti berbagai bidang yang dapat menjadi ruang kolaborasi, mulai dari komunikasi diplomatik, kecerdasan buatan (AI), penegakan hukum, hingga perlakuan yang adil bagi perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Amerika Serikat. [newsmaker.id]
Walaupun isu tarif tidak menjadi fokus utama dalam pernyataan resmi kedua pemimpin, perhatian pasar tetap tertuju pada perkembangan negosiasi dagang antara Washington dan Beijing. Investor menilai arah hubungan dagang kedua negara akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global dalam beberapa bulan ke depan. [newsmaker.id], [kompas.com]
Salah satu hasil yang paling diperhatikan adalah keputusan untuk memperpanjang gencatan dagang yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada November. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kedua negara sepakat memperpanjang masa berlaku kesepakatan tersebut hingga 10 Januari 2027. Langkah ini mencegah kenaikan tarif lebih lanjut terhadap produk-produk China dalam jangka pendek dan memberikan waktu tambahan bagi negosiator untuk mencari solusi yang lebih permanen. [newsmaker.id], [kompas.com], [merdeka.com]
Meski demikian, pasar menilai perpanjangan tersebut masih bersifat sementara. Durasi yang relatif singkat menunjukkan bahwa berbagai isu utama, seperti tarif impor, akses teknologi, serta perdagangan komoditas strategis, masih memerlukan pembahasan lanjutan. Karena itu, pelaku pasar cenderung menunggu langkah konkret berikutnya sebelum mengubah ekspektasi mereka secara signifikan. [kompas.com], [newsmaker.id]
Di pasar mata uang, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari prospek kebijakan moneter Federal Reserve yang masih cenderung ketat. Sementara itu, yuan China menghadapi tekanan setelah Bank Sentral China (PBoC) menghentikan upaya penguatan nilai tukarnya yang sempat dilakukan dalam beberapa sesi sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong kenaikan pasangan USD/CNH dan mencerminkan pelemahan yuan terhadap dolar AS. [newsmaker.id]
Dalam pernyataannya, Xi Jinping mengatakan bahwa China dan Amerika Serikat memiliki tanggung jawab besar terhadap stabilitas dan perkembangan ekonomi dunia. Beijing disebut siap memperluas kerja sama di bidang teknologi, investasi, dan pengembangan AI, sembari tetap menekankan pentingnya persaingan yang sehat dan terukur antara kedua negara. [newsmaker.id]
Selain isu ekonomi, kedua pemimpin juga membahas pentingnya peningkatan komunikasi di sektor diplomasi, perdagangan, keamanan, dan militer. Upaya memperkuat jalur komunikasi dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat memperburuk hubungan bilateral di tengah persaingan geopolitik yang masih berlangsung. [newsmaker.id]
Analisis
Pertemuan Trump-Xi memberikan sinyal positif bagi pasar global karena menurunkan risiko eskalasi perang dagang dalam jangka pendek. Namun, investor masih menunggu bukti nyata berupa kesepakatan yang lebih luas terkait tarif, perdagangan, dan teknologi. Selama belum ada penyelesaian yang komprehensif, perkembangan negosiasi AS-China akan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan dolar, yuan, pasar saham global, serta harga komoditas. [newsmaker.id], [kompas.com]
No Comments