Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Goldman Tetap Bullish, Emas Diproyeksi Menuju US$5.400 pada Akhir 2027

08:12 21 September in Gold
0 Comments
0

Harga emas tetap menunjukkan ketahanan di tengah kebijakan moneter ketat Amerika Serikat. Meskipun Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, prospek jangka panjang logam mulia masih dinilai positif dengan dukungan permintaan yang kuat dari bank sentral global dan meningkatnya kebutuhan lindung nilai terhadap risiko ekonomi. [newsmaker.id]

Saat ini, harga emas spot bergerak di kisaran US$4.350 per troy ounce. Kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed memang berpotensi menekan emas dalam jangka pendek melalui kenaikan imbal hasil obligasi dan berkurangnya daya tarik aset yang tidak memberikan bunga. Namun, pasar menilai sebagian besar dampak kebijakan tersebut telah tercermin dalam harga saat ini. [newsmaker.id]

Optimisme terhadap emas juga tercermin dari proyeksi jangka panjang yang masih bullish. Emas diperkirakan mampu melanjutkan tren kenaikannya hingga mencapai sekitar US$5.400 per troy ounce pada akhir 2027. Sementara itu, estimasi nilai wajar emas pada akhir tahun ini diperkirakan berada di sekitar US$4.650 per troy ounce, lebih tinggi dibandingkan level pasar saat ini. [newsmaker.id]

Salah satu faktor utama yang menopang penguatan emas adalah tingginya permintaan dari bank sentral dunia. Pembelian emas oleh bank sentral masih berlangsung dalam volume yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum tahun 2022. Tren tersebut menunjukkan bahwa emas tetap dianggap sebagai aset strategis untuk menjaga stabilitas cadangan devisa sekaligus menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan perubahan kebijakan moneter. [newsmaker.id]

Selain itu, meningkatnya kebutuhan investor untuk melindungi portofolio dari berbagai risiko makroekonomi juga menjadi penopang harga emas. Ketidakpastian arah suku bunga, kebijakan pemerintah, hingga ketegangan geopolitik membuat banyak pelaku pasar tetap mempertahankan eksposur mereka terhadap logam mulia meskipun volatilitas harga masih cukup tinggi. [newsmaker.id]

Tantangan Jangka Pendek Masih Ada

Meski prospek jangka panjang terlihat menjanjikan, perjalanan emas menuju target yang lebih tinggi diperkirakan tidak akan berlangsung mulus. Sikap hawkish The Fed dan potensi penguatan dolar AS masih dapat menjadi hambatan bagi kenaikan harga emas dalam beberapa waktu ke depan. Kenaikan imbal hasil Treasury juga berpotensi menekan minat investor terhadap aset safe haven tersebut. [newsmaker.id]

Namun demikian, selama bank sentral global terus menambah cadangan emas dan tekanan suku bunga mulai berkurang, peluang emas untuk melanjutkan tren bullish masih terbuka lebar. Kombinasi faktor fundamental tersebut membuat prospek logam mulia tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi dan pelindung nilai dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. [newsmaker.id]

Analisis: Target harga emas menuju US$5.400 mencerminkan keyakinan bahwa peran emas sebagai aset lindung nilai akan semakin penting dalam beberapa tahun mendatang. Meski volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi akibat kebijakan moneter AS, tren akumulasi oleh bank sentral dan meningkatnya risiko global berpotensi menjadi katalis utama yang menjaga momentum kenaikan emas hingga akhir dekade ini. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment