PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Dolar Bertahan di Atas Level 100 Setelah The Fed Kirim Sinyal Hawkish
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di kisaran 100,3 pada perdagangan Kamis (17/9), setelah mencatat lonjakan signifikan pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi menyusul keputusan Federal Reserve yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 sekaligus memberikan sinyal bahwa siklus pengetatan moneter kemungkinan belum berakhir. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Kenaikan tersebut membawa dolar ke level tertinggi dalam beberapa pekan. Data pasar menunjukkan Dollar Index mampu bertahan di atas area psikologis 100, sebuah level yang selama ini dianggap penting oleh pelaku pasar dalam mengukur kekuatan mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. [newsmaker.id]
Pada pertemuan terbarunya, Federal Open Market Committee (FOMC) secara bulat memutuskan menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75% hingga 4,00%. Langkah ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan menegaskan komitmen bank sentral AS untuk mengendalikan inflasi yang masih berada di atas target jangka panjangnya. Kenaikan ini juga menjadi pengetatan suku bunga pertama dalam lebih dari tiga tahun. [newsmaker.id]
Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa tekanan inflasi masih terlalu tinggi dan membuka peluang bagi kenaikan suku bunga tambahan dalam beberapa bulan mendatang. Proyeksi terbaru bank sentral menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun. Pernyataan tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield), sekaligus meningkatkan daya tarik dolar di pasar global. [newsmaker.id]
Di sisi politik, Presiden AS Donald Trump kembali menyerukan agar The Fed memangkas suku bunga hingga 1% atau bahkan lebih rendah. Meski pandangannya bertolak belakang dengan kebijakan bank sentral saat ini, Trump tidak secara langsung mengkritik Warsh dan sebelumnya menyatakan masih menaruh kepercayaan terhadap pimpinan The Fed tersebut. Perbedaan pandangan antara pemerintah dan bank sentral tetap menjadi faktor yang diawasi investor. [newsmaker.id]
Selain fokus pada kebijakan AS, pasar juga mulai mengarahkan perhatian ke sejumlah bank sentral utama lainnya. Bank of England (BoE) diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September, meskipun lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di Inggris. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Jumat, dengan pasar memperkirakan adanya kelanjutan proses normalisasi kebijakan di Jepang. [newsmaker.id]
Analisis
Prospek dolar AS masih cenderung positif selama pasar tetap memperkirakan adanya kenaikan suku bunga lanjutan dari The Fed. Kemampuan DXY bertahan di atas level 100 menunjukkan momentum bullish masih terjaga dalam jangka pendek. Namun, arah pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja, serta langkah kebijakan dari bank sentral utama lainnya. Jika inflasi tetap tinggi dan The Fed mempertahankan sikap hawkish, dolar berpotensi melanjutkan penguatannya. Sebaliknya, kebijakan yang lebih agresif dari BoE atau BoJ dapat membatasi dominasi dolar terhadap poundsterling maupun yen. [newsmaker.id]
No Comments