PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Inflasi AS Perkuat Dolar, Fokus Pasar Beralih ke Keputusan The Fed
Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat setelah rilis data inflasi terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan depan. Penguatan ini mencerminkan keyakinan pelaku pasar bahwa bank sentral AS masih perlu mempertahankan sikap hawkish guna menekan tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik sekitar 0,1% ke level 99,13. Meski demikian, secara mingguan pergerakan dolar masih relatif terbatas karena pasar juga mempertimbangkan faktor lain seperti kenaikan imbal hasil Treasury AS dan penguatan yen Jepang yang cukup signifikan. [newsmaker.id]
Data inflasi menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) AS pada Agustus naik 0,4% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, Core CPI yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi meningkat 0,3%, melampaui perkiraan analis sebesar 0,2% dan lebih tinggi dari kenaikan bulan sebelumnya yang sebesar 0,2%. [newsmaker.id]
Secara tahunan, inflasi utama bertahan di level 3,4%, sedangkan inflasi inti melambat menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,5%. Walaupun penurunan tahunan pada Core CPI memberikan sinyal moderasi inflasi, kenaikan bulanan yang lebih kuat mengindikasikan tekanan harga dasar di ekonomi AS masih cukup kuat. [newsmaker.id]
Respons pasar terhadap data tersebut terlihat jelas pada perubahan ekspektasi suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya melonjak menjadi hampir 87%, meningkat tajam dari sekitar 69% sebelum data CPI diumumkan. Prospek suku bunga yang lebih tinggi ini menjadi faktor utama yang mendukung penguatan dolar AS. [newsmaker.id]
Meski demikian, penguatan dolar belum berlangsung agresif. Investor masih mencermati pergerakan pasar obligasi AS, khususnya yield Treasury, yang terus menjadi indikator penting dalam menentukan arah mata uang AS. Selain itu, penguatan yen Jepang turut membatasi ruang kenaikan dolar dalam perdagangan global. [newsmaker.id]
Analisis Pasar
Data inflasi Agustus memperkuat pandangan hawkish The Fed, terutama karena Core CPI bulanan meningkat di atas ekspektasi pasar. Selama probabilitas kenaikan suku bunga tetap berada di kisaran 90%, indeks dolar berpeluang mempertahankan posisi di atas level 99 dan berpotensi menguji area psikologis 100. [newsmaker.id]
Namun, arah pergerakan dolar dalam jangka pendek akan sangat ditentukan oleh hasil pertemuan Federal Reserve pekan depan. Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan fokus pada proyeksi ekonomi dan panduan kebijakan yang diberikan oleh pejabat The Fed untuk mengukur seberapa lama suku bunga tinggi akan dipertahankan. Jika bank sentral memberikan sinyal pengetatan lebih lanjut, dolar berpotensi memperoleh dukungan tambahan. Sebaliknya, nada yang lebih hati-hati dapat membatasi penguatan greenback di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id [newsmaker.id]
No Comments