Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta – Iran Tak Mau Mundur, Harga Minyak Dekati US$102 di Tengah Memanasnya Konflik AS–Iran

08:56 10 September in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak dunia kembali melanjutkan reli pada perdagangan Kamis (10/9), didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar energi bereaksi terhadap pernyataan Teheran yang menegaskan kesiapan menghadapi konflik yang lebih intens apabila tekanan militer dari Washington terus berlanjut. [newsmaker.id]

Minyak Brent tercatat bergerak mendekati level psikologis US$102 per barel dan memperpanjang kenaikan untuk sesi kelima berturut-turut. Penguatan ini terjadi setelah Brent berhasil ditutup di atas US$100 per barel pada sesi sebelumnya, level yang belum pernah dicapai sejak Juli lalu. [newsmaker.id]

Pada perdagangan terbaru, Brent kontrak November naik sekitar 0,3% ke US$101,50 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Oktober menguat 0,74% menjadi US$96,76 per barel. Kenaikan harga mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa konflik AS–Iran berpotensi berlangsung lebih lama dan mengganggu kelancaran pasokan energi global. [newsmaker.id]

Sentimen bullish semakin menguat setelah pejabat Iran menyatakan bahwa negara tersebut tidak akan mundur dalam menghadapi blokade laut yang diberlakukan AS. Teheran bahkan disebut siap meningkatkan serangan apabila Washington terus melanjutkan operasi militernya. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik belum akan berakhir dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan ketidakpastian di pasar energi. [newsmaker.id]

Fokus utama investor tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelum pecahnya konflik menjadi rute bagi sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG dunia. Meski aliran energi dari kawasan Teluk Persia masih berlangsung, ancaman terhadap kapal tanker telah meningkatkan risiko pengiriman dan mendorong biaya logistik ke level yang lebih tinggi. [newsmaker.id]

Selain faktor geopolitik, fundamental pasar minyak juga memberikan dukungan tambahan terhadap harga. Permintaan dari China dilaporkan meningkat, sementara persediaan bahan bakar di Amerika Serikat tetap terbatas. Harga bensin dan diesel di AS terus naik, sedangkan stok diesel diperkirakan turun ke level terendah dalam lebih dari dua dekade. [newsmaker.id]

Secara teknikal dan fundamental, prospek minyak masih cenderung positif selama belum ada tanda-tanda deeskalasi antara AS dan Iran. Kemampuan Brent bertahan di atas US$100 per barel menunjukkan bahwa premi risiko geopolitik masih sangat kuat di pasar. Apabila gangguan terhadap kapal tanker atau aktivitas di Selat Hormuz semakin meningkat, harga Brent berpotensi menembus US$102 dan melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi. Namun, munculnya upaya diplomasi atau normalisasi arus pasokan energi dapat memicu koreksi harga dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment