PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Dolar Stabil Jelang Data PPI, Harga Minyak Tinggi Jaga Ekspektasi The Fed Tetap Hawkish
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Jakarta – Dolar Amerika Serikat bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (10/9), dengan pelaku pasar memilih menahan posisi menjelang rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk penting terhadap arah inflasi dan kebijakan moneter Federal Reserve. Indeks dolar (DXY) bertahan di kisaran 98,8, menghentikan pelemahan yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. [emitennews.com]
Pasar saat ini tengah menantikan serangkaian data ekonomi penting dari AS, terutama laporan PPI Agustus yang akan dirilis dalam waktu dekat, sebelum disusul data inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI). Selain itu, investor juga mencermati data klaim pengangguran mingguan dan sektor perumahan yang berpotensi memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi terbesar dunia tersebut. [emitennews.com]
Fokus utama pasar tetap tertuju pada langkah Federal Reserve dalam pertemuan kebijakan mendatang. Berdasarkan perkiraan pasar yang dikutip oleh Trading Economics, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin kini berada di kisaran 60%, meningkat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan kondisi yang lebih kuat dari perkiraan. [emitennews.com]
Data pasar tenaga kerja yang solid membuat investor kembali mempertimbangkan kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan sikap ketat untuk memastikan inflasi benar-benar kembali ke target. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan dolar dalam beberapa hari terakhir. [emitennews.com], [newsmaker.id]
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia juga turut memperkuat pandangan hawkish terhadap kebijakan moneter AS. Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong harga energi tetap tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran baru terkait tekanan inflasi global. Kondisi tersebut membuat pasar menilai bahwa The Fed memiliki alasan yang cukup untuk tetap berhati-hati sebelum beralih ke kebijakan yang lebih longgar. [emitennews.com], [newsmaker.id]
Selain faktor inflasi, pasar obligasi juga menjadi perhatian. Imbal hasil Treasury AS mengalami kenaikan setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan program pembelian kembali obligasi jangka panjang senilai hingga US$6 miliar, atau sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan skala program sebelumnya. Meskipun langkah tersebut bertujuan membantu likuiditas pasar obligasi, sebagian investor menilai nilainya masih lebih rendah dari ekspektasi. [emitennews.com]
Kombinasi antara data tenaga kerja yang kuat, harga minyak yang tinggi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga membuat dolar tetap mendapatkan dukungan fundamental. Namun, pelaku pasar masih enggan mengambil posisi agresif sebelum mendapatkan konfirmasi dari data PPI dan CPI yang akan dirilis dalam waktu dekat. [emitennews.com], [newsmaker.id]
Analisis Pasar
Secara teknikal dan fundamental, arah pergerakan dolar dalam jangka pendek sangat bergantung pada hasil data inflasi AS. Jika PPI dan CPI menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan, maka peluang kenaikan suku bunga The Fed dapat meningkat lebih lanjut dan berpotensi mendorong DXY kembali menguat. Sebaliknya, apabila inflasi mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan, ekspektasi pengetatan moneter dapat berkurang dan membuka ruang koreksi bagi dolar. [emitennews.com], [newsmaker.id]
Untuk sementara, pasar memilih bersikap wait and see. Dolar masih bertahan stabil berkat dukungan ekspektasi kebijakan The Fed yang tetap hawkish, sementara tingginya harga minyak terus menjadi faktor yang menjaga kekhawatiran inflasi tetap hidup di pasar global. [emitennews.com], [newsmaker.id]
No Comments