Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Dolar AS Menguat, Ditopang Lonjakan Harga Minyak dan Kenaikan Yield Obligasi

08:06 02 September in Commodity
0 Comments
0

Jakarta, 2 September 2026 – Dolar Amerika Serikat kembali menguat pada perdagangan Selasa (1/9) seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan tajam yield obligasi pemerintah AS. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik 0,3% ke level 99,69 pada perdagangan sore waktu New York. [newsmaker.id]

Penguatan mata uang AS terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi serangan terhadap sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam fasilitas di wilayah Qeshm serta beberapa target nonmiliter di Provinsi Hormozgan. [newsmaker.id]

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul perselisihan terkait keamanan dan kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global. Situasi semakin memburuk setelah AS melancarkan aksi militer yang disebut sebagai operasi terbatas dan presisi terhadap kelompok yang diduga memasang ranjau di kawasan tersebut. [newsmaker.id]

Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania. Menurut laporan media pemerintah Yordania, delapan rudal berhasil dicegat sebelum mencapai target. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terbaru AS merupakan balasan atas dugaan upaya peletakan ranjau di Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas militer Amerika. [newsmaker.id]

Meningkatnya risiko geopolitik mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kontrak Brent melonjak 5,3% dan ditutup di US$95,25 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menembus level US$90 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi peningkatan inflasi global dan memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS. [newsmaker.id]

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati pergerakan obligasi global. Yield Treasury AS naik signifikan karena investor khawatir terhadap tekanan inflasi dan membengkaknya beban fiskal pemerintah. Yield obligasi AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak November 2023, sedangkan yield tenor 2 tahun mencapai posisi tertinggi sejak Juli 2024. [newsmaker.id]

Di sisi data ekonomi, laporan JOLTS menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS pada Juli mencapai 7,271 juta, sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 7,330 juta. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, menandakan pasar tenaga kerja AS tetap relatif solid. [newsmaker.id]

Fokus Pasar Beralih ke Data NFP

Pelaku pasar kini menantikan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada Jumat. Data ketenagakerjaan tersebut dinilai menjadi penentu arah kebijakan Federal Reserve selanjutnya. Jika pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketahanan, ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama berpotensi bertahan dan mendorong DXY menuju level psikologis 100,00. Sebaliknya, jika NFP menunjukkan perlambatan tajam, penguatan dolar dapat tertahan meskipun sentimen safe haven masih mendominasi pasar. [newsmaker.id]

Secara keseluruhan, kombinasi antara ketegangan geopolitik, reli harga minyak, dan kenaikan yield Treasury telah menempatkan dolar AS kembali sebagai aset pilihan investor. Selama faktor-faktor tersebut tetap mendominasi sentimen pasar, greenback berpeluang mempertahankan tren penguatannya dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment