Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Brent Kembali Tembus US$90, Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak

08:19 31 August in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak dunia memulai pekan dengan reli tajam setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pasar merespons cepat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia. [newsmaker.id]

Pada pembukaan perdagangan Asia, Senin (31/8), kontrak berjangka minyak Brent melonjak sekitar 2,52% ke level US$90,32 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,41% menjadi US$85,41 per barel. Kenaikan ini membawa Brent kembali diperdagangkan di atas level psikologis US$90 setelah sebelumnya mengalami tekanan pada akhir pekan lalu. [newsmaker.id]

Penguatan harga minyak dipicu oleh operasi militer Amerika Serikat terhadap dua peluncur milik Iran di Pulau Larak pada hari Minggu. Menurut pejabat AS, pasukan Garda Revolusi Iran terdeteksi sedang menyiapkan peluncur yang membawa ranjau laut menuju Selat Hormuz. Tindakan tersebut menjadi serangan militer AS pertama yang diketahui terhadap Iran sejak akhir Juli dan langsung meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. [newsmaker.id]

Situasi memanas setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke dua pangkalan militer AS di Yordania. Garda Revolusi Iran mengklaim serangan AS di Pulau Larak menimbulkan korban dan menegaskan akan melakukan pembalasan lebih lanjut. Meski sebagian besar rudal yang diarahkan ke pasukan AS dilaporkan berhasil dicegat dan belum menimbulkan dampak besar, pasar tetap menambahkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. [newsmaker.id]

Eskalasi terbaru tersebut sekaligus membalik sentimen negatif yang sebelumnya mendominasi perdagangan minyak. Pada akhir pekan lalu, harga minyak sempat tertekan oleh spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz, serta sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh yang memicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi global. Namun, perkembangan konflik terbaru membuat fokus investor kembali tertuju pada risiko pasokan. [newsmaker.id]

Selat Hormuz memiliki peran strategis bagi pasar energi dunia. Sebelum konflik meningkat, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur perairan tersebut. Karena itu, setiap ancaman terhadap keamanan pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap harga energi internasional. [newsmaker.id]

Kenaikan tajam Brent pada awal perdagangan Asia menunjukkan bahwa faktor geopolitik kini kembali menjadi penggerak utama pasar, menggeser perhatian dari isu kebijakan moneter Amerika Serikat. Selama ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat dan keamanan Selat Hormuz masih dipertanyakan, harga minyak berpotensi tetap bertahan dengan premi risiko yang tinggi. Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons lanjutan Iran, langkah militer AS berikutnya, serta kemungkinan tercapainya solusi diplomatik yang dapat menjaga kelancaran jalur pelayaran energi global

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment