Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Turun ke US$86, Pasar Menanti Sanksi Baru AS terhadap Iran

08:08 24 August in Commodity
0 Comments
0

Jakarta, 24 Agustus 2026 – Harga minyak dunia melemah pada awal perdagangan pekan ini seiring aksi ambil untung investor menjelang pengumuman sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun mendekati level US$86 per barel, sementara pelaku pasar menunggu kejelasan langkah Washington yang disebut akan menjadi paket sanksi paling keras terhadap Teheran. [money.kompas.com], [id.trading…nomics.com]

Penurunan harga terjadi setelah minyak mencatat reli kuat dalam dua pekan terakhir akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sebelumnya, kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak dari kawasan tersebut mendorong harga Brent dan WTI naik lebih dari 5% dalam sepekan. [money.kompas.com], [liputan6.com]

Fokus pasar kini tertuju pada konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang dijadwalkan mengumumkan kebijakan baru terhadap Iran. Pemerintah AS sebelumnya menyatakan akan memberlakukan “sanksi terberat dalam sejarah” sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut. Selain Iran, negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Teheran juga berpotensi terkena dampak kebijakan tersebut. [money.kompas.com], [internasio…ntan.co.id], [jawapos.com]

Di sisi lain, Iran menolak ancaman tersebut dan menegaskan bahwa perekonomiannya tetap mampu bertahan di tengah tekanan internasional. Pemerintah Iran juga menilai kebijakan sanksi tambahan AS tidak akan mengubah sikap negara tersebut dalam mempertahankan kepentingan nasionalnya. [internasio…ntan.co.id], [jawapos.com]

Analis menilai pasar energi masih menghadapi ketidakpastian tinggi. Apabila sanksi baru AS berhasil membatasi ekspor minyak Iran secara signifikan, pasokan global berpotensi mengetat dan mendorong harga kembali naik. Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih menjadi tanda tanya mengingat Iran selama ini tetap mampu mempertahankan sebagian ekspor energinya melalui berbagai jalur perdagangan. [money.kompas.com], [investasi….ntan.co.id], [liputan6.com]

Selain faktor sanksi, perhatian investor juga tertuju pada situasi di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi rute penting bagi perdagangan minyak dunia. Setiap potensi gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker di kawasan tersebut dapat memicu volatilitas harga yang lebih tinggi dalam waktu singkat. [money.kompas.com], [id.trading…nomics.com], [liputan6.com]

Dalam jangka pendek, arah pergerakan harga minyak diperkirakan akan sangat bergantung pada detail kebijakan AS dan respons Iran. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi, pasar energi global diperkirakan tetap bergerak fluktuatif dengan investor terus mencermati perkembangan hubungan kedua negara. [money.kompas.com], [id.trading…nomics.com], [investasi….ntan.co.id]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment