PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Gagalnya Harapan Kesepakatan Iran Dorong Harga Minyak Kembali Menguat
Harga minyak dunia kembali mencatat kenaikan setelah optimisme pasar terhadap tercapainya solusi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran mulai memudar. Sentimen ini muncul menyusul perbedaan pernyataan dari kedua negara terkait pembicaraan yang membahas keamanan dan operasional jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. [newsmaker.id], [internasio…ntan.co.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Pada perdagangan terbaru, minyak mentah Brent menguat hingga mendekati level US$86 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik di atas US$82 per barel. Penguatan tersebut terjadi setelah harga minyak sebelumnya mengalami tekanan akibat harapan pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mereda melalui jalur diplomasi. [newsmaker.id], [internasio…ntan.co.id]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa komunikasi dengan Iran masih berlangsung dan membuka peluang tercapainya kesepakatan. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran yang menegaskan tidak ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung dengan Washington. Iran menyebut pembahasan yang dilakukan hanya melibatkan Oman terkait pengaturan jalur pelayaran di kawasan tersebut. [newsmaker.id], [internasio…ntan.co.id]
Perbedaan sikap antara kedua negara memicu kembali kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Ketidakpastian mengenai masa depan Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena kawasan tersebut merupakan jalur transit sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan terhadap akses atau keamanan jalur ini berpotensi memengaruhi pasokan energi internasional secara signifikan. [newsmaker.id], [internasio…ntan.co.id]
Bagi pelaku pasar, gagalnya tanda-tanda kemajuan diplomatik berarti premi risiko geopolitik kembali diperhitungkan dalam harga minyak. Investor cenderung meningkatkan ekspektasi terhadap potensi gangguan distribusi energi, sehingga mendorong kenaikan harga komoditas tersebut dalam jangka pendek. [newsmaker.id], [internasio…ntan.co.id]
Meski demikian, arah pergerakan minyak ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Jika kedua pihak mampu mencapai kesepakatan yang memungkinkan normalisasi aktivitas di Selat Hormuz, tekanan harga dapat kembali muncul. Sebaliknya, selama ketidakpastian politik dan keamanan masih berlangsung, harga minyak berpotensi tetap bertahan pada level tinggi karena pasar terus memasukkan faktor risiko ke dalam valuasi komoditas energi. [newsmaker.id], [internasio…ntan.co.id]
Sumber utama: Newsmaker.id
No Comments