PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Kesepakatan Iran-Oman Menahan Harga Minyak di Dekat Level Terendah
Harga minyak dunia masih bergerak di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir setelah pasar menyambut positif perkembangan terbaru terkait Selat Hormuz. Kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran di kawasan strategis tersebut meningkatkan harapan bahwa arus distribusi energi global dapat kembali normal. [newsmaker.id], [money.kompas.com]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melewati wilayah ini setiap hari. Karena itu, setiap perkembangan yang mengarah pada pembukaan kembali jalur pelayaran dianggap berpotensi meningkatkan pasokan energi dan mengurangi risiko gangguan distribusi minyak dunia. [money.kompas.com], [mediaindonesia.com]
Pemerintah Iran menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan Oman terkait koordinasi rute pelayaran di Selat Hormuz. Menurut pejabat Iran, pembahasan teknis telah menunjukkan kemajuan dan dokumen kerja sama bersama saat ini berada pada tahap finalisasi. Namun, Teheran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum otomatis menjamin keamanan penuh bagi seluruh aktivitas pelayaran di kawasan itu. [money.kompas.com], [wartaekonomi.co.id]
Optimisme pasar muncul karena pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi memperlancar ekspor minyak dari kawasan Teluk dan meningkatkan ketersediaan pasokan global. Harapan tersebut telah mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga energi lebih tinggi saat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memanas. [newsmaker.id], [newsmaker.id]
Meski demikian, pelaku pasar masih menyikapi perkembangan ini dengan hati-hati. Sejumlah analis menilai proses normalisasi lalu lintas pelayaran membutuhkan waktu dan masih bergantung pada kondisi keamanan regional. Selain itu, hubungan Iran dan Amerika Serikat yang belum sepenuhnya stabil membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan baru yang dapat memengaruhi pasokan energi dunia. [newsmaker.id], [money.kompas.com]
Pada perdagangan terbaru, minyak Brent berada di kisaran 79 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di area pertengahan 70 dolar AS per barel. Level tersebut mencerminkan ekspektasi bahwa pasokan global berpotensi meningkat apabila jalur strategis Selat Hormuz kembali beroperasi secara normal dalam waktu dekat. [newsmaker.id], [newsmaker.id]
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada implementasi kesepakatan Iran-Oman, perkembangan hubungan Iran dengan Amerika Serikat, serta kepastian pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Faktor-faktor tersebut diperkirakan menjadi penentu utama arah harga minyak global dalam beberapa pekan mendatang.
Sumber: Newsmaker.id
No Comments