PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Harga Minyak Bertahan di Level US$80, Pasar Cermati Ultimatum Trump kepada Iran
Jakarta – Harga minyak dunia masih bertahan di kisaran US$80 per barel seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Sikap tegas Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran kembali memicu kekhawatiran investor mengenai potensi gangguan pasokan energi global. [money.kompas.com]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menopang harga minyak dalam beberapa pekan terakhir. Pasar terus memantau ancaman yang disampaikan Trump terkait kebijakan Iran, terutama yang berhubungan dengan keamanan jalur distribusi energi dan aktivitas di kawasan Teluk Persia. Kondisi tersebut meningkatkan premi risiko geopolitik yang tercermin pada harga minyak mentah. [money.kompas.com], [liputan6.com]
Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama pelaku pasar. Jalur pelayaran strategis ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga setiap potensi gangguan dapat berdampak langsung terhadap keseimbangan pasar energi global. Ancaman penutupan atau pembatasan akses di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak yang lebih tinggi. [money.kompas.com]
Sejumlah analis menilai bahwa ketidakpastian geopolitik saat ini memberikan dukungan kuat terhadap harga minyak, meskipun di sisi lain terdapat kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kombinasi antara risiko pasokan dan prospek permintaan yang belum sepenuhnya stabil membuat pergerakan harga masih sangat sensitif terhadap perkembangan politik dan keamanan di Timur Tengah. [money.kompas.com], [liputan6.com]
Selain faktor geopolitik, pasar juga menunggu langkah produsen utama yang tergabung dalam OPEC+ terkait kebijakan produksi mereka. Jika terjadi gangguan pasokan yang signifikan dari kawasan Timur Tengah, maka kelompok produsen minyak tersebut berpotensi mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasar. Namun, selama ketegangan AS-Iran belum mereda, volatilitas harga diperkirakan masih akan tetap tinggi. [inilah.com]
Dalam jangka pendek, arah harga minyak akan sangat ditentukan oleh dinamika hubungan Washington dan Teheran. Apabila ketegangan meningkat dan mengganggu arus pasokan global, harga minyak berpeluang bergerak lebih tinggi. Sebaliknya, munculnya sinyal diplomasi atau negosiasi yang konstruktif dapat meredakan kekhawatiran pasar dan menekan harga dari level saat ini. [newsmaker.id], [money.kompas.com]
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar energi diperkirakan akan terus memonitor perkembangan geopolitik secara ketat, mengingat setiap pernyataan maupun tindakan dari kedua negara dapat memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga minyak dunia. [money.kompas.com], [liputan6.com]
Sumber inspirasi: Newsmaker.id
Sumber : Newsmaker.id
No Comments