PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Brent Dekati US$90, Konflik AS-Iran Kembali Panaskan Pasar Minyak Dunia
Harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dunia, mendorong harga minyak mentah Brent mendekati level psikologis US$90 per barel. [internasio…ntan.co.id], [tirto.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Pada perdagangan terbaru, kontrak minyak mentah Brent tercatat naik lebih dari 3% dan menyentuh kisaran US$90 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat ke level di atas US$84 per barel. Kenaikan tersebut memperpanjang reli harga minyak yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. [internasio…ntan.co.id], [money.kompas.com]
Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama
Lonjakan harga minyak dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran. Ketegangan kembali memanas setelah kedua negara dilaporkan terlibat dalam serangkaian aksi militer yang meluas ke berbagai wilayah strategis di Timur Tengah. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terganggunya distribusi energi global. [money.kompas.com], [tirto.id]
Selain itu, laporan mengenai serangan terhadap fasilitas energi dan aktivitas militer di kawasan Teluk Persia membuat pelaku pasar semakin cemas. Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk stabilitas pasokan minyak dari negara-negara produsen utama di wilayah tersebut. [wartaekonomi.co.id], [money.kompas.com]
Selat Hormuz Jadi Sorotan
Perhatian pasar saat ini tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap rantai pasok energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi. [tirto.id], [money.kompas.com]
Laporan mengenai blokade maritim, pemeriksaan kapal, hingga insiden terhadap kapal-kapal yang melintas di sekitar Selat Hormuz semakin memperkuat kekhawatiran pasar. Akibatnya, premi risiko geopolitik dalam harga minyak meningkat tajam. [internasio…ntan.co.id], [tirto.id]
Prospek Harga Minyak ke Depan
Analis menilai perkembangan konflik dalam beberapa hari dan pekan mendatang akan menjadi faktor penentu arah harga minyak. Jika ketegangan terus meningkat dan mengganggu arus ekspor minyak dari Timur Tengah, harga Brent berpotensi menembus dan bertahan di atas US$90 per barel. [internasio…ntan.co.id], [tirto.id]
Di sisi lain, apabila upaya diplomasi berhasil meredakan konflik dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali normal, tekanan kenaikan harga minyak dapat berkurang. Namun untuk saat ini, pasar masih dibayangi risiko pasokan yang tinggi sehingga volatilitas harga diperkirakan tetap berlanjut. [internasio…ntan.co.id], [internasio…ntan.co.id]
Kesimpulan
Memanasnya konflik AS-Iran kembali menjadi katalis utama penguatan harga minyak dunia. Kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz membuat investor meningkatkan kewaspadaan dan mendorong harga Brent mendekati US$90 per barel. Selama risiko geopolitik di Timur Tengah masih tinggi, pasar minyak diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat.
Sumber: Newsmaker.id
No Comments