Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta – Emas Tembus US$4.100 Setelah The Fed Tahan Suku Bunga

08:03 30 July in Gold
0 Comments
0

Jakarta – Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan signifikan dengan menembus level psikologis US$4.100 per troy ounce setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan bank sentral Amerika Serikat tersebut mendorong pelemahan dolar AS dan memberikan sentimen positif bagi pasar logam mulia. [liputan6.com], [investor.id]

Pada perdagangan terbaru, harga emas spot melonjak sekitar 1,9% menjadi US$4.101,99 per troy ounce, bahkan sempat menyentuh level US$4.116,26 per troy ounce, yang menjadi salah satu posisi tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah pelaku pasar merespons keputusan The Fed yang memilih menahan suku bunga di tengah upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. [liputan6.com], [investor.id]

Keputusan tersebut turut menekan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk euro. Melemahnya dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven tersebut. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga mengalami penurunan setelah pengumuman kebijakan moneter The Fed, yang semakin memperkuat daya tarik emas. [liputan6.com], [investor.id]

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Warsh menegaskan bahwa bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2% dan tidak memiliki toleransi terhadap target inflasi yang lebih tinggi. Meski demikian, pasar masih menilai terdapat ketidakpastian mengenai langkah The Fed pada pertemuan-pertemuan berikutnya. [liputan6.com], [investor.id]

Menurut analis logam independen Tai Wong, penguatan emas saat ini dapat dianggap sebagai reli kelegaan setelah The Fed memutuskan tidak mengubah suku bunga. Namun, ia menilai masih terlalu dini untuk memastikan apakah tren kenaikan tersebut akan berlangsung dalam jangka panjang, mengingat pasar masih perlu mencerna seluruh pesan kebijakan yang disampaikan oleh pimpinan The Fed. [liputan6.com], [investor.id]

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap inflasi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik juga turut mendukung pergerakan harga emas. Sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, emas cenderung menjadi pilihan investor ketika risiko pasar meningkat. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap logam mulia tetap kuat meskipun prospek kebijakan moneter global masih penuh tantangan. [emitennews.com], [fxstreet-id.com]

Bagi investor, tembusnya harga emas di atas US$4.100 menjadi sinyal bahwa aset safe haven masih memiliki daya tarik yang kuat. Perkembangan kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, serta dinamika inflasi global akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga emas dalam beberapa waktu ke depan. [liputan6.com], [emitennews.com]

Sumber: Newsmaker.id,

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment