Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Houthi Serang Kapal Tanker, Harga Minyak Brent Tembus US$95 per Barel

08:02 23 July in Business
0 Comments
0

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga menembus level US$95 per barel setelah muncul kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur distribusi minyak dunia menyusul ancaman dan serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi di kawasan Laut Merah. [internasio…ntan.co.id], [nbcnews.com]

Kenaikan harga minyak dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah. Selain konflik yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, kelompok Houthi yang didukung Iran membuka tekanan baru dengan mengancam kapal-kapal pengangkut minyak Saudi yang melintasi Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. [internasio…ntan.co.id], [finance.yahoo.com]

Pada perdagangan terbaru, kontrak minyak Brent untuk pengiriman September sempat mencapai sekitar US$95,24 per barel atau naik lebih dari 4%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat hingga mendekati US$88 per barel. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi dalam hampir enam minggu terakhir. [internasio…ntan.co.id], [nbcnews.com]

Pelaku pasar semakin cemas karena ancaman terhadap pasokan kini tidak hanya berasal dari Selat Hormuz, tetapi juga dari Selat Bab el-Mandeb di pintu masuk selatan Laut Merah. Kedua jalur tersebut merupakan koridor vital bagi perdagangan minyak global. Gangguan pada salah satu jalur saja dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan, terlebih ketika persediaan minyak dunia sedang relatif ketat. [internasio…ntan.co.id], [finance.yahoo.com]

Ancaman Houthi telah memicu perubahan rute sejumlah kapal tanker. Laporan pasar menunjukkan beberapa tanker yang mengangkut minyak mentah Saudi menuju Asia memilih menghindari perairan dekat Yaman dan mengubah jalur pelayaran mereka. Langkah ini berpotensi meningkatkan biaya logistik dan memperlambat pengiriman minyak ke pasar internasional. [internasio…ntan.co.id], [finance.yahoo.com]

Para analis menilai bahwa pasar energi kini memasukkan premi risiko yang lebih besar ke dalam harga minyak. Jika eskalasi konflik berlanjut atau serangan terhadap kapal tanker semakin sering terjadi, harga minyak berpotensi terus menguat. Beberapa pengamat bahkan memperkirakan Brent dapat menuju level US$100 per barel apabila gangguan distribusi semakin meluas dan pasokan global terganggu secara signifikan. [idnfinancials.com], [internasio…ntan.co.id]

Bagi negara-negara pengimpor minyak, lonjakan harga ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan biaya energi. Sementara itu, bagi produsen minyak, kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan jangka pendek dari sisi pendapatan ekspor. Namun demikian, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan ke depan. [nbcnews.com], [internasio…ntan.co.id]

Kesimpulan

Serangan dan ancaman Houthi terhadap kapal tanker di kawasan Laut Merah telah meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan pasokan energi global. Kombinasi konflik AS-Iran, risiko gangguan di Selat Hormuz, dan ancaman di Selat Bab el-Mandeb membuat harga minyak Brent melonjak hingga menembus US$95 per barel. Selama situasi geopolitik di Timur Tengah belum mereda, volatilitas harga minyak diperkirakan akan tetap tinggi

Sumber: Newsmaker

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment