Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Yen Melemah, Risiko Selat Hormuz Jadi Faktor Penekan

10:51 08 July in Business
0 Comments
0

Yen Jepang kembali berada di bawah tekanan di pasar valuta asing seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak ketidakstabilan di Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pasangan mata uang USD/JPY tetap bertahan di level tinggi meskipun dolar AS sendiri tidak menunjukkan penguatan yang signifikan. [newsmaker.id], [newsmaker.id]

Pada perdagangan sesi Asia, USD/JPY sempat bergerak di kisaran 158,65–158,72 setelah gagal mempertahankan penguatan tipis pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar AS yang dipicu membaiknya sentimen risiko global memang sempat memberikan ruang bagi yen untuk menguat. Namun, kekhawatiran mengenai dampak ekonomi dari gangguan pasokan energi membuat penguatan mata uang Jepang tersebut menjadi terbatas. [newsmaker.id], [newsmaker.id]

Harapan pasar terhadap berlanjutnya proses de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut mengurangi minat investor terhadap dolar sebagai aset safe haven. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut konflik dengan Iran “hampir berakhir” memperkuat optimisme pasar dan mendorong sentimen risiko yang lebih positif. Akibatnya, tekanan terhadap dolar AS masih terlihat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. [newsmaker.id], [newsmaker.id]

Meski demikian, yen tidak mampu memanfaatkan situasi tersebut secara maksimal. Penyebab utamanya adalah meningkatnya risiko yang berkaitan dengan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia. Jepang sangat bergantung pada impor minyak dan energi dari kawasan Timur Tengah. Gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan biaya energi dan menekan aktivitas ekonomi Jepang. [newsmaker.id], [fxstreet-id.com]

Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati kemungkinan langkah otoritas Jepang untuk menahan pelemahan yen yang berlebihan. Spekulasi mengenai intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing sempat memberikan dukungan bagi mata uang tersebut. Namun, dukungan itu belum cukup kuat untuk mengubah sentimen pasar secara keseluruhan, terutama ketika risiko energi masih menjadi perhatian utama investor. [newsmaker.id], [fxstreet-id.com]

Dari sisi teknikal, pergerakan USD/JPY masih berada dalam rentang perdagangan yang relatif sama selama sekitar satu bulan terakhir. Para pelaku pasar masih menunggu sinyal yang lebih kuat sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Minimnya data ekonomi penting dari Amerika Serikat membuat perhatian investor beralih kepada pernyataan para pejabat Federal Open Market Committee (FOMC), yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga serta arah dolar AS ke depan. [newsmaker.id], [newsmaker.id]

Secara keseluruhan, prospek yen dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Selat Hormuz dan pergerakan harga energi global. Selama risiko gangguan pasokan minyak tetap tinggi, mata uang Jepang berpotensi menghadapi tekanan lanjutan meskipun faktor-faktor lain, seperti peluang intervensi pemerintah dan kebijakan Bank of Japan, dapat membantu membatasi pelemahan yang lebih dalam. [newsmaker.id], [rf-berjangka.com]

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment