Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Emas Bertahan di Level US$4.000, Kebijakan The Fed dan Selat Hormuz Jadi Kunci Arah Pasar

09:26 01 July in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia masih bertahan di sekitar level psikologis US$4.000 per troy ounce di tengah tarik-menarik sentimen antara kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Dua faktor utama yang saat ini menjadi perhatian investor adalah sikap Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga serta stabilitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz. [internasio…ntan.co.id], [newsmaker.id]

Dalam beberapa pekan terakhir, pasar emas menghadapi tekanan setelah The Fed mempertahankan nada kebijakan yang cenderung hawkish. Meskipun sejumlah data inflasi menunjukkan tanda-tanda perlambatan, pelaku pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga lanjutan. Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang secara tradisional menjadi faktor negatif bagi harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga. [internasio…ntan.co.id], [newsmaker.id]

Analis pasar menilai bahwa penguatan dolar menjadi salah satu alasan utama mengapa emas kesulitan melanjutkan reli yang sempat terjadi sebelumnya. Harga emas bahkan sempat turun di bawah level US$4.000 sebelum kembali stabil di area tersebut. Meski demikian, kemampuan emas bertahan di kisaran ini menunjukkan bahwa permintaan aset safe haven masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global. [internasio…ntan.co.id], [fxstreet-id.com]

Selain faktor moneter, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan geopolitik di kawasan Teluk. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan produsen minyak utama dunia dengan pasar internasional. Setiap potensi gangguan di wilayah ini dapat memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi global. [newsmaker.id], [fxstreet-id.com]

Ketegangan yang melibatkan Iran serta berbagai laporan mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz membuat pelaku pasar terus mewaspadai kemungkinan terganggunya pasokan minyak. Apabila risiko geopolitik meningkat, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, apabila situasi kawasan semakin stabil dan arus energi berjalan normal, tekanan terhadap harga emas dapat berlanjut. [fxstreet-id.com], [newsmaker.id]

Di sisi lain, pelemahan harga minyak dalam beberapa sesi terakhir turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed. Penurunan harga energi dapat membantu meredakan tekanan inflasi sehingga mengurangi kebutuhan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga secara agresif. Kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi emas dalam jangka menengah. [internasio…ntan.co.id], [newsmaker.id]

Para pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama data inflasi dan indikator ketenagakerjaan, untuk mendapatkan petunjuk lebih jelas mengenai langkah The Fed berikutnya. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan yang signifikan, peluang pelonggaran ekspektasi suku bunga dapat meningkat dan memberikan ruang bagi emas untuk menguat kembali. [internasio…ntan.co.id], [fxstreet-id.com]

Secara keseluruhan, prospek emas dalam waktu dekat masih akan sangat ditentukan oleh kombinasi dua faktor utama: arah kebijakan suku bunga The Fed dan perkembangan situasi di Selat Hormuz. Selama kedua faktor tersebut belum memberikan kepastian, harga emas diperkirakan akan terus bergerak volatil di sekitar level US$4.000 per troy ounce. [internasio…ntan.co.id], [newsmaker.id]

Sumber: Analisis berdasarkan laporan NewsMaker,

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment