PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Bertahan di Dekat US$4.000 di Tengah Ketidakpastian Global
Harga emas dunia berhasil bertahan di dekat level psikologis US$4.000 per troy ounce meskipun pasar keuangan global tengah merespons perkembangan terbaru hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Investor masih menilai logam mulia sebagai aset lindung nilai yang menarik di tengah berbagai risiko ekonomi dan geopolitik. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Pada perdagangan terbaru, harga emas sempat mengalami tekanan setelah muncul kabar mengenai tercapainya gencatan dagang sementara antara AS dan Tiongkok. Kesepakatan tersebut meredakan sebagian ketegangan yang selama berbulan-bulan membayangi hubungan kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Namun, para pelaku pasar memandang bahwa jeda konflik ini kemungkinan hanya bersifat sementara dan tidak menghilangkan persaingan strategis jangka panjang antara Washington dan Beijing. [newsmaker.id]
Presiden Tiongkok Xi Jinping juga menyerukan pentingnya menjaga stabilitas rantai pasokan global setelah pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump. Meski demikian, investor masih mempertanyakan keberlanjutan hubungan kedua negara dalam jangka panjang, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas tetap terjaga. [newsmaker.id]
Secara teknikal, harga emas sempat terkoreksi hingga 0,8% pada perdagangan Asia sebelum kembali memangkas sebagian kerugiannya. Saat laporan tersebut diterbitkan, harga emas spot berada di sekitar US$4.021 per ons. Di sisi lain, indeks dolar AS mengalami penguatan tipis yang turut memberikan tekanan terhadap pergerakan logam mulia. [newsmaker.id]
Meskipun mengalami pelemahan dalam beberapa pekan terakhir, kinerja emas sepanjang tahun masih tergolong sangat kuat. Harga logam mulia ini tercatat naik lebih dari 50% dibandingkan awal tahun, didorong oleh tingginya minat investor untuk melindungi portofolio dari ketidakpastian ekonomi serta meningkatnya pembelian oleh bank sentral berbagai negara. [newsmaker.id]
Laporan World Gold Council menunjukkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral pada kuartal ketiga meningkat sekitar 28% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan tersebut mengakhiri tren perlambatan yang sempat terjadi pada awal tahun dan menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga emas di level tinggi. [newsmaker.id]
Di sisi lain, prospek kebijakan moneter Amerika Serikat turut menjadi perhatian pasar. Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya mengingatkan investor agar tidak terlalu berekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat. Berkurangnya peluang penurunan suku bunga biasanya menjadi faktor negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik instrumen berbunga seperti obligasi. [newsmaker.id]
Menurut Nick Twidale, Chief Market Analyst AT Global Markets, ketidakpastian kembali muncul setelah perkembangan terbaru hubungan dagang AS–Tiongkok. Kondisi tersebut berpotensi mendorong aksi beli saat harga turun (buy on dips), sehingga memberikan dukungan bagi harga emas hingga akhir tahun. Ia juga menilai koreksi yang terjadi baru-baru ini kemungkinan telah mendekati akhir. [newsmaker.id]
Secara keseluruhan, meskipun sentimen positif dari meredanya ketegangan dagang sempat mengurangi minat terhadap aset aman, emas masih memperoleh dukungan kuat dari ketidakpastian geopolitik, kebijakan moneter global, dan pembelian bank sentral. Faktor-faktor tersebut membuat harga emas tetap bertahan di dekat level US$4.000 per ons dan berpotensi tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik bagi investor global. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id
No Comments