Blog

Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Melemah Tipis di Tengah Ketegangan Tenggat AS–Iran

08:16 07 April in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia bergerak melemah tipis pada awal pekan ini seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang tenggat waktu penting yang ditetapkan Amerika Serikat terkait konflik dengan Iran. Pasar global saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, khususnya yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi dan arah kebijakan moneter global. [newsmaker.id]

Pada perdagangan Senin (7/4/2026), emas spot tercatat turun sekitar 0,4% ke kisaran US$4.654,99 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS justru ditutup sedikit lebih tinggi di US$4.684,70 per ons. Pergerakan yang relatif terbatas ini mencerminkan sikap “wait and see” pelaku pasar di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. [newsmaker.id]

Tekanan datang dari isu geopolitik yang kembali memanas. Iran menyatakan keinginannya untuk mengakhiri konflik secara permanen dengan Amerika Serikat dan Israel, namun enggan segera membuka kembali Selat Hormuz hanya berdasarkan gencatan senjata sementara. Situasi ini membuat risiko geopolitik tetap terjaga, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan energi global. [newsmaker.id]

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras dengan mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap Teheran apabila tidak tercapai kesepakatan hingga tenggat waktu yang telah ditetapkan. Retorika tersebut membuat pasar keuangan sangat peka terhadap setiap perkembangan berita, karena berpotensi mengubah ekspektasi pasokan minyak dan stabilitas ekonomi global. [newsmaker.id]

Analis menilai fokus investor saat ini tidak hanya tertuju pada konflik geopolitik, tetapi juga pada arah suku bunga global. Kepala strategi komoditas TD Securities, Bart Melek, menilai bahwa jika konflik berlanjut dan harga minyak terus naik akibat pasokan yang mengetat, tekanan inflasi dapat meningkat. Kondisi tersebut bisa membatasi ruang bank sentral—khususnya Federal Reserve—untuk melonggarkan kebijakan moneternya. [newsmaker.id]

Kenaikan harga energi yang berkepanjangan berpotensi menjaga suku bunga tetap tinggi lebih lama. Situasi ini umumnya kurang menguntungkan bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga daya tariknya menurun ketika suku bunga tinggi. Meski demikian, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai penting terhadap risiko geopolitik dan inflasi jangka panjang. [newsmaker.id]

Harga minyak sendiri tercatat bergerak naik secara terbatas namun fluktuatif, dan telah menguat signifikan sejak konflik berlangsung. Selama ketidakpastian geopolitik dan ketegangan kebijakan moneter masih membayangi pasar, harga emas diperkirakan akan tetap bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment