PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Nikkei Anjlok 2,3%: Pasar Jepang Tertekan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak
Pasar saham Jepang memulai pekan dengan tekanan berat setelah indeks Nikkei 225 jatuh 2,3% ke level 57.478,55. Penurunan tajam ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta lonjakan harga minyak dunia.
Geopolitik Memicu Sentimen Risk-Off
Ketidakstabilan meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang mendorong pelaku pasar global mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman. Kondisi ini membuat investor di Jepang cenderung mengurangi eksposur pada saham-saham sensitif risiko.
Dampaknya langsung terasa pada sektor-sektor yang berkaitan dengan mobilitas dan keuangan. Nomura Holdings tercatat merosot tajam hingga 7,3%, sementara Japan Airlines ikut terkoreksi sebesar 6,2%, mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa biaya energi dan volatilitas global dapat menekan profitabilitas perusahaan.
Energi Jadi Pengecualian
Berbeda dari mayoritas sektor, saham energi justru melonjak. Inpex, raksasa eksplorasi minyak dan gas Jepang, naik 12% seiring kenaikan harga minyak yang dinilai dapat memperbesar margin keuntungan industri migas. Kenaikan ini menjadi penyeimbang di tengah tekanan yang melanda sebagian besar sektor lainnya.
Pergerakan Mata Uang Menunjukkan Preferensi Aset Aman
Di pasar valuta asing, USD/JPY menguat ke 156,43 dari 155,90 pada penutupan sebelumnya. Penguatan dolar menandakan meningkatnya permintaan terhadap aset yang dinilai lebih aman, sejalan dengan eskalasi risiko global. Fenomena ini merupakan pola umum ketika kondisi geopolitik memanas.
Prospek Pasar: Waspada, Namun Tidak Panik
Meskipun kejatuhan Nikkei cukup dalam, pergerakan pasar lebih mencerminkan peningkatan kewaspadaan dibandingkan kepanikan. Penurunan ini terjadi ketika investor terus memantau dinamika Timur Tengah dan proyeksi harga minyak ke depan.
Di sisi lain, reli di saham energi memberi sinyal bahwa pasar masih merespons secara selektif, tidak sepenuhnya didorong oleh sentimen negatif menyeluruh
Sumber: Newsmaker.id
No Comments