Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Aussie Dollar Melesat, Pasar Makin Yakin RBA Siap Naikkan Suku Bunga Lagi

02:27 27 January in Economy
0 Comments
0

Dolar Australia (AUD) kembali menunjukkan performa impresif menjelang akhir 2025, menguat terhadap dolar AS (USD) hingga mencatatkan reli enam hari berturut-turut. Penguatan ini tidak hanya terjadi terhadap USD, tetapi juga berbagai mata uang utama lainnya. Tren positif tersebut didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) dapat mengambil langkah menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Inflasi Australia Makin Panas

Pemicu utama penguatan AUD adalah data inflasi Australia yang melampaui ekspektasi. Angka inflasi Oktober naik untuk bulan keempat secara beruntun dan kini kembali berada di atas target RBA 2–3%. Kenaikan inflasi yang terus berkelanjutan ini membuat pasar meragukan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.

Alih‑alih memangkas suku bunga, kondisi inflasi justru memberi sinyal bahwa RBA mungkin perlu melakukan pengetatan tambahan untuk menahan tekanan harga.

RBA Masih Bertahan di 3,6%, tetapi Tekanan Kenaikan Menguat

Meskipun inflasi meningkat, pasar memperkirakan bahwa pada pertemuan Desember, RBA masih akan menahan suku bunga acuan (Official Cash Rate / OCR) di 3,6%. Hal ini karena kondisi pasar tenaga kerja yang tetap sehat meski angka pengangguran naik tipis.

Namun demikian, ekspektasi investor semakin condong pada kemungkinan periode suku bunga tinggi yang lebih panjang, bahkan membuka peluang terjadinya kenaikan suku bunga pada awal 2026 bila inflasi tidak mereda.

Data Kredit Sektor Swasta Tambahkan Tensi Kenaikan Suku Bunga

Data kredit sektor swasta yang dirilis pada waktu yang sama menunjukkan kenaikan 0,7% month‑to‑month, melampaui proyeksi 0,6%. Secara tahunan, pertumbuhan kredit naik menjadi 7,3% — sebuah indikasi bahwa aktivitas ekonomi masih kuat meskipun suku bunga tinggi.

Kuatnya permintaan kredit menambah argumen bahwa kebijakan moneter saat ini mungkin belum cukup untuk meredam tekanan permintaan dalam ekonomi.

Pasar Obligasi Menepis Peluang Pemangkasan Suku Bunga

Kontrak berjangka suku bunga ASX untuk 30 hari hanya mencerminkan sekitar 6% peluang pemangkasan suku bunga di Desember. Ini menunjukkan pasar masih condong pada skenario suku bunga tinggi yang berkepanjangan — kondisi yang mendukung penguatan AUD.

Kesimpulan: AUD Masih Berpeluang Menguat

Dengan inflasi yang kembali panas, pasar tenaga kerja relatif stabil, pertumbuhan kredit yang solid, serta ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama, dolar Australia memiliki dasar kuat untuk terus menguat.

Bila data inflasi tetap berada di atas target dalam beberapa bulan mendatang, RBA sangat mungkin mempertimbangkan kenaikan suku bunga tambahan, menjadikan AUD sebagai salah satu mata uang utama yang paling sensitif terhadap perkembangan inflasi domestik.

Sumber : Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment