Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Dunia Menahan Napas: Ketegangan Iran Bikin Pasar Deg-degan

01:10 26 January in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak global kembali memasuki fase penuh kewaspadaan. Setelah reli tajam selama empat hari, pasar kini terlihat “menahan napas” sambil menunggu perkembangan terbaru dari tensi geopolitik yang melibatkan Iran. Situasi ini membuat pelaku pasar waspada, sebab volatilitas dapat meningkat sewaktu‑waktu apabila konflik merembet ke sektor energi.

Stabil Sementara, Risiko Masih Mengintai

Menurut laporan analisis pasar terbaru, harga minyak Brent bertahan di kisaran USD 65 per barel, sementara WTI bergerak di bawah USD 61. Meski tampak stabil, kondisi ini disebut sebagai fase “tenang sebelum badai”. Risiko geopolitik yang berasal dari Iran, ditambah isu lain seperti Venezuela dan gangguan jalur ekspor di Kazakhstan, menambah tekanan pada sentimen pasar. [newsmaker.id]

Di sisi lain, kenaikan stok minyak mentah di Amerika Serikat turut menahan laju reli minyak. Alhasil, harga bergerak dalam tarik‑menarik antara tekanan fundamental dan ketidakpastian geopolitik.

Ketegangan Iran–Israel Membayangi

Eskalasi konflik Iran–Israel dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama kecemasan pasar. Sejumlah laporan dari berbagai lembaga internasional menyebutkan bahwa konflik tersebut berpotensi memicu krisis lebih luas apabila tidak dikendalikan. Bahkan, Sekjen PBB Antonio Guterres telah memperingatkan bahwa dunia sedang “melaju cepat menuju krisis” apabila tensi terus meningkat dan merusak infrastruktur strategis. [news.indozone.id]

Dalam konteks energi, setiap ancaman yang berdampak pada fasilitas minyak Iran maupun jalur distribusi seperti Selat Hormuz akan segera memicu lonjakan harga minyak global, mengingat selat tersebut menjadi jalur bagi sekitar seperlima konsumsi minyak dunia. [finance.detik.com]

Pasar Mengantisipasi Skenario Terburuk

Para analis energi memperkirakan bahwa jika konflik meningkat—baik melalui serangan langsung atau gangguan distribusi—harga minyak dapat melonjak USD 3–5 per barel hanya dalam hitungan jam setelah pasar dibuka. [finance.detik.com]

Sementara itu, ledakan kilang minyak di Iran pada Oktober 2024 lalu, meski belum terbukti terkait serangan, memperlihatkan betapa rentannya infrastruktur energi di wilayah tersebut. Insiden semacam ini semakin menambah kecemasan pasar bahwa konflik dapat menjalar ke sektor energi secara langsung maupun tidak langsung. [aceh.tribunnews.com]

Diam Menunggu, Pasar Global Kian Tegang

Dengan kondisi yang serba tidak pasti, pasar minyak dunia kini bergerak hati-hati. Setiap pernyataan politik, respons militer, hingga data stok minyak kecil sekalipun dapat menjadi pemicu perubahan arah harga.

Untuk saat ini, pasar memilih menunggu kejelasan arah kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran serta perkembangan situasi di Timur Tengah. Namun satu hal pasti: ketegangan yang ada cukup untuk membuat pasar global waspada, dan investor energi di seluruh dunia kini bersiap menghadapi kemungkinan gejolak sewaktu‑waktu.

Sumber : Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment