PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Mendekati Rekor Tertinggi, Pasar Waspadai Data AS
02:34 14 January
in Gold
Pergerakan Harga Terbaru
- Harga emas dunia stabil di kisaran USD 4.338 per ons, hanya sekitar USD 40 di bawah rekor tertingginya yang tercatat pada Oktober lalu. [kontak-per…andung.com]
- Pada perdagangan pagi di Singapura, harga spot emas tercatat USD 4.338,20 per ons. [kontak-per…andung.com]
Faktor Pendorong Harga Emas
- Sentimen inflasi AS & kebijakan The Fed
Para pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat. Jika inflasi melambat, peluang untuk lanjutan pemangkasan suku bunga The Fed semakin besar, yang merupakan faktor positif bagi harga emas. [kontak-per…andung.com] - Ketegangan geopolitik
Meningkatnya sentimen ketidakpastian global turut menopang harga emas, termasuk kali ini dengan isu blokade kapal tanker minyak di Venezuela, serta peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut. [kontak-per…andung.com] - Sentimen safe-haven
Karena faktor-faktor di atas, emas tetap menjadi aset andalan investor yang mencari perlindungan aset (safe haven) di tengah ketidakpastian global. [kontak-per…andung.com]
Komparasi dengan Logam Mulia Lain
- Perak juga kuat, diperdagangkan pada level USD 66,24 per ons. [kontak-per…andung.com]
- Platinum berada di level tertingginya sejak 2008.
- Sementara itu, palladium sedikit melemah, dan indeks dolar AS menunjukkan peningkatan tipis sekitar 0,2%. [kontak-per…andung.com]
Fokus Pelaku Pasar Selanjutnya
- Seluruh perhatian kini tertuju pada rilis data inflasi AS yang diharapkan dapat mengungkap arah kebijakan moneter The Fed.
- Jika data menunjukkan penurunan inflasi, maka jelas akan memberi kesempatan lebih besar bagi emas untuk menembus rekor baru. [kontak-per…andung.com]
Kesimpulan
Emas saat ini berada di ujung level historis, hanya berselisih tipis dari rekor tertinggi. Kombinasi antara optimisme terhadap penurunan inflasi AS dan kebijakan dovish The Fed, bersama dengan ketegangan geopolitik, menciptakan fondasi kuat bagi kemungkinan cetak rekor baru dalam waktu dekat.
Investor global tampak sedang “menahan napas,” menunggu data inflasi AS untuk memutuskan langkah berikutnya—apakah membuka peluang breakout baru atau koreksi.
Sumber: Newsmaker.id
No Comments