Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Latar Belakang Lonjakan Harga Perak

02:25 10 December in Gold
0 Comments
0

Awal Desember 2025, harga perak mencatat rekor tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada 1 Desember, logam ini melonjak hingga US$57,86 per ons, setelah naik sekitar 6% hari sebelumnya, dan akhirnya menembus wilayah harga historis untuk pertama kalinya tahun ini. [newsmaker.id]

Reli ini membuat nilai perak meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun, melampaui performa emas yang “hanya” naik sekitar 60%. Kenaikan dramatis ini menandakan fase baru dalam siklus harga perak, di mana momentum spekulatif bertemu dengan fundamental pasokan yang menipis. [newsmaker.id]


2. Krisis Pasokan Global

Salah satu faktor utama pendorong reli harga adalah krisis pasokan global. Beberapa aspek pentingnya:

  • Tekanan stok di pusat utama:
    • Volume perak yang dialirkan ke London pada Oktober mencapai rekor, namun justru menimbulkan tekanan baru di pusat-pusat lain. [newsmaker.id]
    • Persediaan di gudang yang terkait Bursa Berjangka Shanghai sempat mencapai titik terendah hampir satu dekade. [newsmaker.id]
  • Biaya pinjaman logam tinggi:
    Tingginya biaya pinjaman satu bulan mencerminkan kelangkaan fisik perak di pasar. [newsmaker.id]

Menurut Daniel Hynes dari ANZ Group, krisis pasokan ini masih terasa di seluruh pasar global: “Kekurangan di pasar global sebagai akibat dari tekanan baru-baru ini di London masih terasa.”. [newsmaker.id]


3. Suku Bunga The Fed dan Dinamika Makroekonomi

Ketidakpastian kebijakan moneter AS turut memperkuat reli perak:

  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga
    Pasar menaikkan probabilitas The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, didorong oleh lemahnya pasar tenaga kerja AS dan nada dovish pejabat Fed.
    Dengan biaya pinjaman turun, aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi lebih menarik. [newsmaker.id]
  • Dampak jeda administrasi AS
    Penutupan pemerintah AS yang berlangsung enam minggu turut menghambat data ekonomi, mendukung asumsi penurunan suku bunga. [newsmaker.id]

Pendapat pengamat BNP Paribas, David Wilson, menambahkan bahwa reli pekan lalu juga dipicu spekulasi: “Momentum kenaikan yang semakin cepat menarik semakin banyak uang cepat”. [newsmaker.id]


4. Perpindahan Fokus dari Emas ke Perak

Saat ini investor mulai mengalihkan perhatian dari emas ke perak karena beberapa alasan:

  • Rasio emas-perak turun mendekati 70
    Penurunan rasio ini menunjukkan perak menjadi relatif murah dibandingkan emas, menjadikannya target investasi menarik. [newsmaker.id]
  • Spekulasi dan biaya opsi tinggi
    Selisih antara biaya call option (membeli) dan put option (menjual) perak mencapai level tertinggi sejak 2022, menandakan ekspektasi pelaku pasar terhadap harga peperakan lanjut. [newsmaker.id]
  • Status sebagai mineral kritis AS
    Penambahan perak ke dalam daftar mineral penting oleh US Geological Survey memicu kekhawatiran potensi tarif atau pembatasan ekspor, juga menopang harga. [newsmaker.id]

5. Dampak pada Saham Pertambangan

Lonjakan harga perak juga tercermin pada sektor sahambersangkutan:

Contoh terlihat pada saham perak Australia—Sun Silver Ltd. naik 21%, Silver Mines Ltd. naik hampir 13%—sementara China Silver Group di Hong Kong melambung 14%. Ini menunjukkan adanya peluang keuntungan yang diambil oleh investor terhadap perusahaan-perusahaan tambang perak. [newsmaker.id]


6. Analisis Risiko & Trigger Ke Depan

Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar:

  • Potensi intervensi harga
    Pemerintah atau lembaga seperti The Fed bisa mempengaruhi arah pasar melalui sinyal kebijakan dan sentiment pengambilan suku bunga.
  • Kebijakan periferal AS
    Perubahan dalam kebijakan tarif atau regulasi ekspor perak dari Amerika bisa menjadi faktor signifikan dalam menahan atau memperpanjang reli harga. [newsmaker.id]
  • Volatilitas jangka pendek
    Walau tren utama sedang naik, kemungkinan koreksi harga tetap ada—apalagi jika data ekonomi makro mengejutkan atau terjadi defisit supply yang tiba-tiba menghilang.

7. Kesimpulan: Kombinasi Fundamental & Sentimen Mendorong Harga

Dari penelusuran ini, terlihat bahwa reli perak hingga menembus rekor tertinggi adalah hasil sinergi antara faktor fundamental (krisis pasokan, permintaan fisik) dan sentimen makroekonomi (ekspetasi suku bunga The Fed, spekulasi pasar).

Peralihan investor dari emas ke perak, ditambah tekanan stok dan biaya pinjaman perak yang tinggi, semakin memperkuat tren bullish. Kenaikan harga saham tambang turut mengindikasikan optimisme pasar terhadap harga logam putih ini.

Kedepannya, pelaku pasar harus memantau kebijakan moneter AS, potensi regulasi ekspor impor perak, serta indikator stok global. Jika semua faktor tetap mendukung, reli harga perak berpotensi berlanjut tahun depan—meski koreksi jangka pendek tentu tak bisa diabaikan.


Penutup

Reli perak tahun ini mencatat sejarah baru. Dengan landasan stok krisis, permintaan kuat, dan sentimen pasar yang mendukung, perak menunjukkan diri sebagai aset yang mampu memberikan kinerja lebih tajam dibanding emas. Pelaku pasar kini perlu mewaspadai dinamika global dan kebijakan makro, karena tren ini masih bisa berlanjut, meski sarat risiko koreksi dan intervensi kebijakan tetap ada.

Source: Bloomberg, Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment