Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Lesu Menjelang Pidato Powell: Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Mulai Mereda

02:40 22 August in Gold
0 Comments
0

Harga emas mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, mundur dari rekor tertingginya, seiring dengan berkurangnya spekulasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Penurunan ini terjadi menjelang pidato penting dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dinilai akan memberikan sinyal arah kebijakan moneter ke depan.

Penurunan Harga Emas dari Rekor Tertinggi

Emas batangan sempat menyentuh angka di atas $2.942 per ons, namun kemudian turun di bawah $2.888. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Powell menyatakan bahwa para pejabat Federal Reserve akan bersikap sabar dan tidak terburu-buru dalam melonggarkan kebijakan moneter, sebuah pernyataan yang langsung berdampak pada harga emas

Imbal Hasil Obligasi dan Dolar AS Menjadi Hambatan

Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun. Karena emas tidak memberikan bunga, kenaikan imbal hasil membuatnya kurang menarik bagi investor. Selain itu, indeks Bloomberg Dollar Spot juga naik 0,1%, memperkuat dolar dan menambah tekanan pada harga emas spot yang turun 0,4% menjadi $2.887,76 per ons di Singapura

Lonjakan Harga Emas Sebelumnya: Faktor Geopolitik dan Safe Haven

Sebelum penurunan ini, emas mencatatkan reli yang luar biasa sepanjang tahun, bahkan berpotensi menguji level psikologis $3.000 per ons. Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, terutama setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan kebijakan perdagangan agresif, termasuk rencana pungutan atas impor baja dan aluminium. Ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi menjadi pemicu utama investor beralih ke emas sebagai pelindung nilai

Spekulasi Tarif dan Dampaknya terhadap Kebijakan Moneter

Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres, Powell menegaskan bahwa tidak bijaksana untuk berspekulasi mengenai kebijakan tarif. Pernyataan ini menunjukkan kehati-hatian The Fed dalam merespons kebijakan fiskal yang dapat memicu inflasi. Para pedagang pun mencoba menilai dampak kebijakan perdagangan dan imigrasi terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter ke depan

Arus Masuk ke Dana Emas dan Prediksi Bank Investasi

Kenaikan harga emas sebelumnya juga didukung oleh arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang berbasis emas batangan. Kepemilikan global dalam ETF emas meningkat selama enam dari tujuh minggu terakhir, mencapai level tertinggi sejak November. Beberapa bank investasi, termasuk Citigroup Inc., memperkirakan bahwa emas bisa mencapai $3.000 per ons dalam waktu tiga bulan, terutama jika ketegangan geopolitik dan perang dagang terus meningkat

Fokus Investor: Data Inflasi AS

Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi utama AS yang akan dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja. Indeks harga konsumen (CPI) inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, diperkirakan naik 0,3% pada bulan Januari. Jika data ini sesuai ekspektasi, maka akan memperkuat sikap The Fed untuk mempertahankan suku bunga saat ini, yang pada gilirannya bisa menahan laju kenaikan harga emas

Logam Mulia Lainnya: Perak, Platinum, dan Paladium

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga perak tercatat datar, sementara platinum dan paladium mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya dirasakan oleh emas, tetapi juga oleh komoditas lain yang biasanya bergerak seiring dalam kondisi pasar yang tidak pasti

Kesimpulan: Pasar Menunggu Kejelasan dari The Fed

Penurunan harga emas menjelang pidato Powell mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan moneter AS. Meskipun permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi, investor kini lebih berhati-hati dan menunggu sinyal yang lebih jelas dari The Fed. Jika Powell memberikan indikasi bahwa pemangkasan suku bunga masih jauh dari kenyataan, maka harga emas kemungkinan akan tetap tertekan dalam jangka pendek.

Namun, dengan latar belakang ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan yang agresif, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan dari volatilitas pasar. Ke depan, data ekonomi seperti inflasi dan pertumbuhan PDB akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas.

 

Sumber: Bloomberg, Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

 

No Comments

Post a Comment