Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Dolar AS Melemah: Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed di Bulan September

02:21 13 August in Economy
0 Comments
0

Inflasi AS yang Jinak Picu Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Dolar Amerika Serikat melemah pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan depan. Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa harga konsumen di AS hanya meningkat secara marginal pada bulan Juli, sesuai dengan proyeksi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari tarif besar-besaran yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap harga barang masih terbatas.

Investor menyambut baik data tersebut dan segera memperkirakan kemungkinan sebesar 98% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September. Ekspektasi ini langsung membebani nilai tukar dolar, yang mengalami penurunan terhadap sejumlah mata uang utama.

Pergerakan Pasar: Dolar, Yen, dan Euro

Terhadap yen Jepang, dolar tercatat turun 0,05% menjadi 147,76. Sementara itu, euro tetap stabil di level $1,1676, setelah sebelumnya menguat 0,5% dalam sesi perdagangan sebelumnya. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, berada di angka 98,08 setelah turun sekitar 0,5% pada hari Selasa.

Penurunan nilai dolar juga tercermin dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi dua tahun turun menjadi 3,7371%, setelah mengalami fluktuasi hampir 10 basis poin. Imbal hasil obligasi 10 tahun relatif stabil di angka 4,2965%.

Ketegangan Politik: Trump dan Federal Reserve

Selain faktor ekonomi, ketegangan politik turut memperburuk sentimen terhadap dolar. Presiden Trump kembali menunjukkan upaya untuk mempengaruhi independensi Federal Reserve. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk menggugat Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait pengelolaan renovasi kantor pusat bank sentral di Washington.

Trump telah lama berselisih dengan Powell dan secara terbuka mengkritik keputusan The Fed yang dianggapnya lambat dalam menurunkan suku bunga. Dalam pernyataan terbarunya, Trump juga menyerang CEO Goldman Sachs, David Solomon, dengan menyatakan bahwa prediksi bank tersebut mengenai dampak tarif terhadap ekonomi AS adalah keliru. Ia bahkan mempertanyakan apakah Solomon layak memimpin institusi Wall Street tersebut.

Dampak Global: Pergerakan Mata Uang Lain

Di luar AS, pergerakan mata uang lainnya juga menunjukkan dinamika yang menarik. Poundsterling Inggris naik tipis sebesar 0,03% menjadi $1,3504. Meskipun pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan pelemahan, pertumbuhan upah tetap kuat, yang menjadi alasan Bank of England masih berhati-hati dalam mengambil keputusan pemangkasan suku bunga.

Sementara itu, dolar Australia turun 0,05% menjadi $0,6526, dan dolar Selandia Baru turun 0,03% menjadi $0,5953. Bank Sentral Australia (RBA) telah memangkas suku bunga sesuai ekspektasi pasar dan mengindikasikan bahwa pelonggaran kebijakan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mencapai target inflasi dan ketenagakerjaan, seiring dengan melambatnya momentum ekonomi.

Implikasi Terhadap Pasar dan Investasi

Pelemahan dolar AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed memiliki dampak luas terhadap pasar keuangan global. Investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti emas, yang harganya cenderung naik ketika suku bunga turun. Selain itu, mata uang negara-negara dengan kebijakan moneter yang lebih hawkish atau stabil cenderung menguat terhadap dolar.

Ketidakpastian politik di AS, terutama terkait dengan independensi bank sentral dan kebijakan tarif, juga menambah volatilitas pasar. Para pelaku pasar kini harus mempertimbangkan tidak hanya data ekonomi, tetapi juga dinamika politik yang dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter.

Kesimpulan

Pelemahan dolar AS pada pertengahan Agustus 2025 mencerminkan kombinasi dari data inflasi yang jinak, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, dan ketegangan politik antara Presiden Trump dan institusi keuangan utama. Dengan probabilitas tinggi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September, pasar keuangan global bersiap menghadapi perubahan signifikan dalam kebijakan moneter AS.

Investor dan analis kini memantau dengan cermat perkembangan selanjutnya, baik dari sisi ekonomi maupun politik, untuk menentukan strategi investasi yang tepat di tengah ketidakpastian yang terus berkembang.

Source : Reuters, Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment