Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Minyak Anjlok Akibat Kekhawatiran Intervensi AS Dalam Konflik Timur Tengah

03:54 19 June in Commodity
0 Comments
0
Latar Belakang Turunnya Harga Minyak

Pada Kamis, 19 Juni 2025, harga minyak anjlok karena muncul kekhawatiran investor terhadap kemungkinan keterlibatan langsung AS dalam konflik Israel–Iran ft.com+13ewfpro.com+13ewfpro.com+13. Dalam sesi awal pagi (GMT), Brent turun 1,2% ke US$ 75,52/barel, sementara WTI juga turun 1,2% ke US$ 73,96/barel barrons.com+2ewfpro.com+2marketwatch.com+2. Sentimen pasar terguncang setelah Presiden Trump menyampaikan sikap yang lebih keras terhadap Iran, meski belum ada keputusan resmi untuk membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei ewfpro.com.


Pernyataan dan Opsi AS: Menipiskan Ruang Taktis

Trump menyerukan “penyerahan tanpa syarat” bagi Iran dan menyebut intervensi AS bisa dipertimbangkan jika situasi berkembang ewfpro.com+5ewfpro.com+5ewfpro.com+5. Sumber-sumber di dalam pemerintahan AS berbagi bahwa opsi “AS ikut serta dalam serangan terhadap situs nuklir Iran” tengah dibahas ewfpro.com. Ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi regional yang dapat menargetkan infrastruktur energi di Timur Tengah.


Risiko Terbesar: Gangguan Selat Hormuz

Para analis, termasuk dari ING, menekankan bahwa ketakutan terbesar pasar adalah penutupan Selat Hormuz, jalur kritis bagi hampir sepertiga perdagangan minyak global ewfpro.com+5ewfpro.com+5ewfpro.com+5. Jika terjadi gangguan besar di sana, harga bisa melambung hingga US$ 120/barel, menurut prediksi ING barrons.com.


Perbandingan Hari Sebelumnya: Volatilitas Tinggi

Minyak sempat memuncak pada Selasa–Rabu (17–18 Juni), dengan Brent sempat naik lebih dari 3%–4%—senyatanya akibat spekulasi intervensi AS dan serangan drone Israel–Iran reuters.com+8ewfpro.com+8ewfpro.com+8. Namun, dalam sesi Kamis pagi, pasar mulai melepas posisi karena sinyal “dua kemungkinan arah” dari AS: intervensi kontra penurunan harga jika diplomasi berjalan.


Ketidakpastian: Intervensi vs Diplomasi

Volatilitas pasar mencerminkan ketidakpastian investor mengenai arah konflik. Jika AS memilih tindakan militer langsung, kemungkinan kenaikan harga sebesar US$ 5/barel terkait risiko tambahan terhadap pasokan . Sebaliknya, jika AS berpindah ke jalur diplomasi dan perdamaian dikedepankan, efek sebaliknya bisa terjadi.


Respons OPEC+: Cadangan Siap Pakai

Pasokan minyak global masih punya bantalan. Iran memproduksi sekitar 3,3 juta bph, tapi OPEC+ punya kapasitas cadangan yang cukup untuk menutup potensi gangguan pasokan . Laporan Fitch menyebut OPEC+ bisa menambah sekitar 5,7 juta bph untuk meredam tekanan harga .


Dampak Makro: Inflasi dan Kebijakan Moneter

Harga minyak yang memuncak juga memengaruhi inflasi global. Bank Sentral AS, The Fed, telah menahan suku bunga di kisaran 4,25–4,50%, namun indikasi pemangkasan dua kali di akhir tahun menguat—selama tekanan inflasi tidak meledak akibat konflik ewfpro.com. Namun jika harga minyak terus berada di level tinggi, opsi pemangkasan bisa tertunda.


Skema Geopolitik Regional: Dari Timur Tengah ke Global

Konflik Israel–Iran yang memasuki minggu ketujuh mendapat perhatian global, terutama pasca Trump menyatakan “penyerahan tanpa syarat” dan memindahkan aset militer AS ke wilayah ewfpro.comwsj.com+4reuters.com+4ewfpro.com+4. Israel juga meningkatkan serangan ke fasilitas energi Iran, yang mengangkat risiko gangguan terhadap lapangan gas South Pars milik bersama Qatar–Iran, serta potensi penutupan Selat Hormuz ewfpro.com+4ewfpro.com+4ewfpro.com+4.


Prospek Pasokan dan Permintaan

Menurut IEA, meski ada risiko gangguan pasokan, permintaan global diperkirakan turun sedikit—penurunan sekitar 20.000 bph dari estimasi sebelumnya—sementara pasokan bertambah +200.000 bph ewfpro.com. Ini menunjukkan pasokan secara teknis cukup, namun ketegangan geopolitik masih menjadi katalis utama penggerak harga.


Proyeksi: Aksi AS dan Sentimen Pasar
  • Skema A: Intervensi Militer AS → Risiko eskalasi lebih tinggi → Harga minyak menyentuh US$ 120/barel jika Selat Hormuz terganggu.

  • Skema B: Jalur Diplomasi dan Negosiasi → Risiko menurun → Harga turun kembali dalam kisaran US$ 70–75/barel.
    Investor global kini memantau dengan seksama “langkah selanjutnya dari AS dan Iran”—serta kebijakan OPEC+ dan respons The Fed.


Kesimpulan

Harga minyak pada 19 Juni 2025 turun tajam karena ketidakpastian terkait potensi keterlibatan AS dalam konflik Israel–Iran. Sentimen pasar kini menjadi ultra-sensitive: satu sinyal intervensi dapat mendorong harga naik drastis, sementara gelombang diplomasi bisa meredakan. Infrastruktur utama seperti fasilitas energi Iran, lapangan gas South Pars, dan jalur pelayaran Selat Hormuz tetap menjadi titik fokus utama. Meski pasokan masih terlihat cukup berkat cadangan OPEC+, dampak geopolitik berpotensi mengubah dinamika harga secara drastis. Para pelaku pasar disarankan untuk mengawal perkembangan diplomasi, pergerakan AS, dan keputusan strategis OPEC+.

Sumber: Reuters, ewfpro

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment